Secara fundamental, tingginya harga emas di tahun 2026 ini disokong oleh beberapa faktor krusial:
1. Risiko Geopolitik: Ketidakpastian global serta ketegangan yang masih berlanjut di beberapa kawasan membuat investor terus berburu aset aman.
2. Permintaan Bank Sentral: Aktivitas akumulasi cadangan emas oleh bank-bank sentral dunia (terutama di Asia) masih menjadi pilar utama penyangga harga.
3. Fluktuasi Suku Bunga dan Inflasi: Proyeksi kebijakan moneter global dan pergerakan yield obligasi AS yang dinamis turut menentukan arah biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas.
Catatan untuk Investor
Sebagai informasi tambahan bagi masyarakat yang ingin bertransaksi besok, pembelian emas batangan Antam tetap mengacu pada regulasi perpajakan yang berlaku (PMK No. 34/PMK.10/2017). Transaksi pembelian dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Sementara untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% bagi yang tidak memiliki NPWP.
Mengingat sifat harga emas fisik yang memiliki spread (selisih harga jual-beli) cukup lebar, para analis menyarankan agar instrumen ini tetap ditempatkan sebagai investasi jangka panjang demi mengoptimalkan potensi keuntungan.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini — Antam, Galeri24 Pegadaian & Emas Dunia

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.