Meski harganya sudah turun, penjualan Sand Castle tetap berpotensi mengguncang rekor lokal. Kalau laku di harga sekarang, nilainya hampir dua kali lipat dari rekor penjualan rumah di San Diego yang tercipta pada 2023, ketika investor ekuitas swasta Egon Durban membayar US$44,1 juta untuk properti di kawasan itu.
Pasar hunian supermewah masih mencari penanda baru
Kasus Sand Castle menunjukkan bagaimana pasar hunian mewah ekstrem bekerja. Rumah seperti ini tidak dipasarkan hanya lewat ukuran, lokasi, atau jumlah kamar. Identitas pemilik, cerita di balik pembangunan, dan daftar material yang dipakai ikut membentuk nilainya. Karena itu, harga jual bisa turun, tapi narasinya tetap mahal.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini memberi gambaran tentang lapisan teratas pasar properti global. Di bawah US$100 juta, properti semacam ini masih punya peluang masuk radar pembeli superkaya yang mencari rumah sekaligus aset prestise. Di atas angka itu, pasar menjadi jauh lebih sempit. Sangat sempit.
Compass dan para agen properti di sana kini menunggu apakah pemangkasan harga cukup untuk memancing minat baru. Jika ya, San Diego bisa segera mencatat transaksi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika tidak, Sand Castle akan tetap berdiri sebagai simbol mahalnya selera, dan mahalnya kesabaran pasar.
Langkah berikutnya ada di meja pembeli. Dan di pasar seperti ini, satu penawar saja bisa mengubah sejarah kota pesisir itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.