Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Shawn Fain Dituding Monitor Federal UAW Salah Pakai Wewenang

Shawn Fain dituding salah pakai wewenang di UAW
Shawn Fain dituding monitor federal UAW menyalahgunakan wewenang dan membalas pejabat serikat jelang pemilihan pimpinan UAW. (Ilustrasi: AI)

DETROIT — Shawn Fain, presiden United Auto Workers (UAW), dituding oleh pengawas federal telah membalas seorang pejabat senior dan menyalahgunakan kewenangannya dalam sejumlah keputusan yang disebut juga menguntungkan tunangannya serta saudara perempuan tunangannya. Temuan itu muncul dalam laporan yang dirilis Kamis, 25 Juni, hanya beberapa saat sebelum pemilihan pimpinan UAW digelar.

Laporan ini langsung menambah tekanan pada Fain, yang sedang mengejar masa jabatan kedua selama empat tahun. Nama Fain selama dua tahun terakhir dikenal luas karena memimpin pemogokan besar terhadap General Motors, Ford, dan Stellantis pada 2023, tetapi laporan monitor federal kini menggeser sorotan ke soal integritas kepemimpinan di tubuh serikat.

Laporan pengawas federal soal Shawn Fain

Neil Barofsky, pengacara asal New York yang ditunjuk pemerintah untuk mengawasi aktivitas UAW, menyebut Fain membalas Rich Boyer, pejabat serikat yang menentang sejumlah tindakan sang presiden. Dalam laporan itu, Barofsky mengatakan ada bukti yang bisa membuka jalan ke sanksi disipliner, meski keputusan final masih ditunda sambil menunggu peninjauan lanjutan.

Barofsky juga menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang lain. Menurut laporan itu, Fain mendorong pemberian bonus bagi pekerja nonserikat di pusat pelatihan Stellantis, langkah yang disebut akan menguntungkan tunangannya. Laporan yang sama menyebut Fain ikut mendorong Stellantis dan para pimpinan serikat agar turun tangan dalam urusan kompensasi pekerja bagi saudara perempuan tunangannya setelah ia cedera saat bekerja di pabrik Stellantis.

Isi laporan itu tidak berdiri sendiri. UAW berada di bawah pengawasan federal sejak kesepakatan 2020 dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk menyelesaikan skandal korupsi yang pernah mengguncang serikat tersebut. Karena itu, setiap temuan monitor punya bobot besar. Ini bukan sekadar perselisihan internal. Ini menyangkut tata kelola serikat yang mewakili puluhan ribu pekerja otomotif di jantung industri mobil Amerika.

Fain bantah dan sebut laporan bermuatan politik

Fain membantah keras tudingan itu. Dalam pernyataan tertanggal Selasa dan dirilis Kamis, ia menyebut laporan Barofsky bermotif politik dan tidak berdasar. Fain juga menyinggung ketegangan personal dengan sang monitor pada 2024, saat keduanya berselisih soal seruan dewan eksekutif UAW untuk gencatan senjata di Gaza.

“Sekarang, lebih dari dua tahun setelah mengetahui tuduhan Wakil Presiden Boyer, dan di ambang pemilihan kami, Mr. Barofsky memilih merilis laporan bermuatan politik dan palsu tentang saya. Kesimpulan yang paling masuk akal adalah bahwa ia sedang bermain politik dan menyalahgunakan kekuasaannya,” kata Fain dalam pernyataan itu.

Kantor monitor tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Fain. Namun, laporan tersebut sudah cukup untuk memanaskan peta politik internal UAW. Rich Boyer, yang disebut dalam laporan sebagai pihak yang berselisih dengan Fain, juga menjadi salah satu penantang dalam pemilihan pimpinan serikat.

Dampak ke pemilihan UAW

Menurut Art Wheaton, profesor studi perburuhan di Cornell University, monitor federal memang punya kewenangan menjatuhkan tindakan disipliner yang berat. Tapi, kata dia, skenario hukuman drastis atau pidana dalam perkara ini tampaknya kecil kemungkinannya.

“Pengawas federal bisa mengambil langkah serius, tetapi pada tahap ini kemungkinan hukuman yang benar-benar ekstrem tidak terlihat akan sampai ke sana,” kata Wheaton, menilai kasus ini lebih mungkin berdampak pada reputasi dan posisi politik Fain ketimbang berujung pidana.

Meski begitu, reputasi tetap jadi taruhannya. Fain naik daun pada 2023 saat memimpin gelombang mogok yang menghasilkan kenaikan kontrak bersejarah bagi para pekerja otomotif. Di mata banyak anggota UAW, ia tampil sebagai pemimpin yang keras dan efektif. Tapi tuduhan terbaru ini bisa menggerus modal politiknya, apalagi pemilihan internal berlangsung saat serikat sedang diawasi ketat publik dan regulator.

Pihak Detroit Three — GM, Ford, dan Stellantis — juga disebut akan mencermati hasil pemilihan UAW. Fain selama ini dikenal paling agresif di antara pemimpin serikat otomotif dalam beberapa dekade terakhir. Jika posisinya melemah, arah hubungan industrial di industri mobil AS bisa ikut berubah, termasuk dalam negosiasi upah dan hak kerja berikutnya.

Barofsky sendiri akan terus menjadi sosok kunci. Laporan-laporannya selama ini memotret urusan internal UAW secara berkala, dari kepemimpinan hingga potensi konflik kepentingan. Bagi anggota serikat, yang dipertaruhkan bukan hanya siapa yang menang pemilihan. Yang ikut diuji adalah apakah reformasi pasca-skandal 2020 benar-benar berjalan atau justru kembali diseret ke masalah lama.

“Ini adalah organisasi yang masih hidup di bawah bayang-bayang skandal,” ujar Wheaton. “Jadi setiap tuduhan baru langsung punya efek politik yang besar.”

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda