JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Hermanto Tanoko, konglomerat asal Malang dengan kekayaan Rp33,77 triliun versi Forbes Juni 2024, kini menguasai sembilan emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia mulai dari cat tembok hingga pusat edukasi. Orang terkaya ke-17 di Indonesia ini membangun imperium lewat Tancorp Abadi Nusantara, holding yang ia dirikan pada 2016.
Ekspansi itu tidak pelan. Portofolionya sekarang mencakup lebih dari 200 entitas bisnis, 100-an brand aktif, 36 unit bisnis, dan sekitar 11.600 karyawan. Tancorp dibagi ke dalam delapan subholding yang masing-masing mengelola segmen berbeda mulai dari properti, hospitaliti, makanan-minuman, farmasi, hingga ritel fashion.
9 Emiten Tancorp di BEI
Dikutip dari berbagai sumber terpercaya, Emiten terbaru adalah PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), yang resmi IPO pada 10 Juli 2025. Hermanto memegang 25 persen saham MERI melalui Tancorp Investama Mulia. Sebelum MERI, emiten paling anyar adalah PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan merek Blesscon, yang IPO Juli 2024.
| Kode | Nama Perusahaan | Sektor | Brand Utama | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| AVIA | PT Avia Avian Tbk | Cat & Bahan Bangunan | Avian, No Drop, Lenkote | IPO 8 Des 2021 |
| CLEO | PT Sariguna Primatirta Tbk | Air Minum Kemasan | Cleo, Super O2 | IPO 5 Mei 2017 |
| RISE | PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk | Properti | Tanrise Property, Vasa Hotel | IPO 9 Jul 2018 |
| DEPO | PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk | Ritel Bahan Bangunan | Depo Bangunan | IPO 25 Nov 2021 |
| CAKK | PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk | Keramik | Kaisar | Akuisisi 2022 |
| PEVE | PT Penta Valent Tbk | Farmasi & Alat Kesehatan | Penta Valent, Nomby | IPO 24 Jan 2023 |
| BLES | PT Superior Prima Sukses Tbk | Bata Ringan | Blesscon, Superiore Block | IPO 8 Jul 2024 |
| ZONE | PT Mega Perintis Tbk | Fashion Retail | Manzone | IPO 12 Des 2018 |
| MERI | PT Merry Riana Edukasi Tbk | Edukasi | Merry Riana Learning Center | IPO 10 Jul 2025 |
Catatan: Data emiten publik diperbarui per 10 Juli 2025. Struktur kepemilikan dapat berubah setiap kuartal.
Delapan Subholding Tancorp
Di luar sembilan emiten itu, bisnis privat Tancorp diorganisasi dalam delapan subholding. Masing-masing punya fokus pasar sendiri.
Tanbiz Brands mengelola lini cat dan pelapis: Avian Brands, Power, Kobin, Roof to Floor, Dr. Shield. Ini tulang punggung bisnis Hermanto. Avian adalah merek cat terlaris nasional yang sudah eksis jauh sebelum Tancorp berdiri.
Tanlink Distribution mengurus jalur distribusi lewat SPS Distribution, Penta Valent, dan Tirtakencana Tatawarna. Tanrise Property mengembangkan proyek seperti Kyo Society, Voza Tower, Taman Dayu, dan Jumana Residence.
Untuk hospitaliti, Tanly Hospitality menaungi Vasa Hotel Surabaya, jaringan Solaris Hotels, dan Cleo Hotels. Bisnis air minum dan minuman sehat masuk ke Tanobel Food seperti Cleo, Super O2, Vio, hingga NoGu Green Tea.
Tanlife Health & Beauty mengelola Cosmar, Sekawan Cosmetics, Ainie, dan Nomby. Sementara Tanvest Strategic Partner menjadi rumah bagi Manzone, Merry Riana Education, dan BlessCon. Terakhir, Tanworld Networks mengurus Feel Buy, HanSoul, dan Depo Bangunan.
IPO Berikutnya dan Ekspansi CLEO
Hermanto sudah memberi sinyal soal rencana IPO berikutnya. Ia menyebut satu perusahaan kimia segmen B2C yang terhubung dengan jaringan Avian dan siap melantai dalam satu hingga dua tahun ke depan. Aset perusahaan itu di bawah Rp1 triliun.
CLEO, emiten air minum andalannya, juga bergerak agresif. Tiga pabrik baru sedang disiapkan yakni di Palu pada kuartal ketiga 2026, lalu Pontianak dan Pekanbaru pada kuartal keempat 2026. Ekspansi ke luar Jawa ini konsisten dengan strategi CLEO mengejar pasar pulau-pulau besar di luar basis utama mereka.
Hermanto sendiri baru memborong 51,7 juta saham CLEO senilai Rp19,64 miliar pada 24 Juni 2026, sinyal kepercayaan diri bahwa emiten ini masih punya ruang tumbuh.
Dari bisnis ayam potong di Malang, Hermanto membangun konglomerasi yang kini menjangkau cat, air minum, keramik, farmasi, properti, edukasi, hingga fashion. Strateginya konsisten: kuasai consumer goods harian, lalu bawa publik masuk lewat pasar modal. Sembilan emiten adalah buktinya dan angka itu belum final.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.