JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menutup perdagangan Senin, 11 Agustus 2026, tanpa perubahan berarti. Saham GOTO stagnan di level Rp50,00 per saham, melanjutkan tren konsolidasi yang telah terjadi.
Meski harga saham cenderung datar, sentimen positif muncul dari kinerja keuangan perseroan. Pendapatan GOTO pada kuartal kedua (Q2) 2026 tercatat Rp5,65 Triliun, melesat 30,6% secara tahunan (Year-on-Year).
Pergerakan GOTO 11 Agustus 2026 di Bursa
Hingga pukul 16.14 WIB, data perdagangan GOTO di Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan stabilitas. Harga penutupan berada di Rp50,00, tanpa perubahan harian baik dari segi nilai maupun persentase. Sepanjang hari, saham GOTO bergerak dalam rentang yang sangat sempit, dengan harga pembukaan, tertinggi, dan terendah sama-sama Rp50,00.
Kapitalisasi pasar GOTO saat penutupan tercatat Rp57,03 Triliun. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu emiten teknologi dengan kapitalisasi terbesar di bursa. Rentang harga saham GOTO dalam 52 minggu terakhir berada di antara Rp50,00 hingga Rp73,00. Level Rp50 kini menjadi titik support kuat yang diuji GOTO dalam beberapa minggu terakhir.
Bedah Kinerja Q2 2026: Pendapatan Tumbuh Signifikan
Laporan keuangan Q2 2026 menunjukkan beberapa poin penting bagi investor. Pendapatan GOTO mencapai Rp5,65 Triliun, menandai pertumbuhan 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh segmen On-Demand Services (Gojek) dan E-commerce (Tokopedia) yang terus menunjukkan efisiensi operasional.
Meski pendapatan tumbuh kuat, GOTO masih mencatat Earnings Per Share (EPS) negatif 11,22%. Ini menandakan perusahaan masih berada dalam fase kerugian bersih. Manajemen GoTo sendiri telah mengumumkan fokus untuk mencapai profitabilitas di akhir tahun 2026.
Analisis: Kenapa GOTO Stagnan di Rp50?
Ada beberapa alasan mengapa harga saham GOTO cenderung stagnan di level Rp50,00:
- Wait and See Investor: Banyak investor memilih sikap menunggu dan melihat kepastian kapan GOTO dapat mencapai titik impas (Break Even Point/BEP). Ketiadaan katalis baru yang kuat membuat harga tertahan.
- Sentimen Positif dan Negatif Seimbang: Pertumbuhan pendapatan 30% menjadi sentimen positif, namun EPS yang masih minus menjadi sentimen negatif. Kedua faktor ini saling menyeimbangkan, menyebabkan harga stabil.
- Dekat Level Terendah 52 Minggu: Harga Rp50,00 merupakan level terendah dalam 52 minggu terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran sebagian investor akan potensi cut loss jika level tersebut jebol.
Prospek GOTO ke Depan
GOTO memiliki beberapa faktor pendorong pertumbuhan yang bisa mengangkat harga sahamnya di masa depan. Ekspansi GoTo Financial, upaya efisiensi iklan di Tokopedia, dan peningkatan pertumbuhan transaksi Gojek menjadi harapan utama. Inisiatif-inisiatif ini diharapkan mampu mendorong GOTO menuju profitabilitas yang ditargetkan.
Namun, perseroan juga menghadapi sejumlah risiko. Persaingan ketat dengan pemain lain seperti Shopee dan TikTok Shop masih menjadi tantangan. Selain itu, tekanan makro ekonomi global dan domestik juga bisa memengaruhi daya beli konsumen dan operasional GOTO.
Sejumlah analis masih menetapkan target harga GOTO di atas Rp60 hingga Rp70, dengan catatan perusahaan mampu mencapai target profitabilitasnya. Perkembangan GoTo menuju laba bersih akan menjadi kunci bagi pergerakan harga sahamnya di masa mendatang.
Per pagi hari ini, 12 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, bursa belum dibuka. Harga saham GOTO masih mengacu pada penutupan kemarin di Rp50,00. Redaksi akan menyampaikan pembaruan pergerakan saham GOTO hari ini sekitar pukul 16.30 WIB.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.