Selasa, 25 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Saham GOTO Stagnan di Rp50: Pendapatan Q2 2026 Tumbuh 30,6% Tapi EPS Masih Minus

Saham GOTO
Saham GOTO Stagnan di Rp50: Pendapatan Q2 2026 Tumbuh 30,6% Tapi EPS Masih Minus. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pergerakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, terpantau stagnan. Harga saham GOTO ditutup di level Rp50,00, tidak berubah 0,00% dibandingkan hari sebelumnya. Investor masih menanti kejelasan profitabilitas di tengah pertumbuhan pendapatan solid.

Meski harga saham belum bergerak, fundamental GoTo menunjukkan perbaikan signifikan. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan pada kuartal kedua 2026 sebesar 30,6% secara tahunan (YoY), menjadi Rp5,65 triliun.

Pergerakan Saham GOTO Terkunci di Rp50

Berdasarkan data penutupan pukul 16.08 WIB, saham GOTO bergerak flat sepanjang hari ini. Harga pembukaan, tertinggi, dan terendah semuanya berada di angka Rp50,00.

Data Perdagangan Detail
Harga Penutupan Rp50,00
Perubahan 0,00 / 0,00%
Pembukaan Rp50,00
Tertinggi Rp50,00
Terendah Rp50,00
Kapitalisasi Pasar Rp57,03 Triliun
Rentang 52 Minggu Rp50,00 – Rp73,00

Saham GOTO tidak mengalami pergerakan sama sekali dari pembukaan hingga penutupan. Volume transaksi yang rendah membuat harga tertahan di level psikologis Rp50. Level ini juga merupakan titik terendah dalam rentang 52 minggu terakhir, mengindikasikan adanya support kuat yang mencegah harga turun lebih jauh.

Kinerja Fundamental Q2 2026: Pendapatan Tumbuh Pesat, Rugi Belum Hilang

Di tengah stagnasi harga saham, GoTo justru mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid. Pendapatan GoTo pada kuartal kedua 2026 mencapai Rp5,65 triliun, meningkat 30,6% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh efisiensi operasional dan monetisasi di seluruh ekosistem Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Namun, di sisi lain, Earning Per Share (EPS) GoTo masih tercatat minus 11,22%. Artinya, perusahaan belum membukukan laba bersih. Manajemen masih terus fokus pada upaya untuk mencapai jalur profitabilitas. Oleh karena itu, rasio P/E dan dividen masih belum tersedia.

Analisis: Mengapa GOTO Bertahan di Rp50?

Level Rp50 kini menjadi level psikologis baru bagi GOTO. Ada beberapa faktor yang memengaruhi fenomena ini.

Pertama, sentimen pasar. Investor masih berada dalam posisi wait and see, menunggu bukti profitabilitas yang konsisten dan berkelanjutan dari GoTo. Meskipun pendapatan terus tumbuh, investor mencari kepastian laba bersih.

Kedua, fundamental membaik. Kenaikan pendapatan sebesar 30,6% menjadi sentimen positif, menunjukkan bahwa bisnis inti GoTo masih berkembang. Namun, perbaikan fundamental ini belum cukup kuat untuk mendorong harga saham naik signifikan di tengah kehati-hatian investor.

Ketiga, adanya support kuat. Harga Rp50 yang juga menjadi titik terendah dalam 52 minggu terakhir, menandakan adanya akumulasi oleh investor di level ini. Hal ini mencegah harga saham GOTO jatuh lebih dalam, menciptakan fondasi sementara di level tersebut.

Tentang GoTo Group

GoTo Group adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Perusahaan ini menaungi tiga pilar utama: Gojek untuk layanan on-demand, Tokopedia untuk e-commerce, dan GoTo Financial untuk layanan keuangan digital. Fokus utama GoTo Group di tahun 2026 adalah mencapai efisiensi operasional, pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) yang sehat, dan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif sebagai langkah menuju profitabilitas penuh.

Stagnasi saham GOTO di Rp50 per 24 Agustus 2026 dengan kapitalisasi pasar Rp57,03 triliun menggarisbawahi tantangan bagi perusahaan teknologi untuk menyeimbangkan pertumbuhan pendapatan dengan pencapaian laba bersih. Katalis utama ke depan bagi GOTO adalah pencapaian target profitabilitas dan pertumbuhan pengguna aktif yang berkelanjutan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair