JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI) ditutup melemah Rp50 atau 1,34% ke level Rp3.680 per saham pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, dari penutupan sebelumnya Rp3.730.
Penurunan ini sejalan dengan tekanan di seluruh sektor perbankan. IHSG hari yang sama turun 24,02 poin ke 6.501,67, sementara saham-saham bank besar lain ikut terkoreksi: BBRI turun 1,55%, BBCA melemah 0,78%, dan BMRI tergerus 0,47%.
Data Perdagangan BBNI 24 Agustus 2026
Berdasarkan data penutupan pukul 16.14 WIB, BBNI dibuka di Rp3.730 dan sempat menyentuh level terendah Rp3.650 di sesi pagi sebelum bergerak sideways dan ditutup di Rp3.680. Harga tertinggi hari itu tercatat di Rp3.740.
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Harga Penutupan | Rp3.680 (-1,34%) |
| Open | Rp3.730 |
| High | Rp3.740 |
| Low | Rp3.650 |
| Prev Close | Rp3.730 |
| Market Cap | Rp135,88 Triliun |
| P/E Ratio | 6,63 |
| Dividend Yield | 9,49% |
| 52-Week Range | Rp2.990 – Rp4.730 |
Fundamental Q2 2026 Tumbuh 9,85%
Di balik pelemahan harga, kinerja bisnis BBNI justru memperlihatkan momentum positif. Revenue Q2 2026 tercatat Rp13,08 triliun, tumbuh 9,85% secara tahunan. EPS juga melampaui estimasi analis sebesar 0,15%.
Dengan P/E 6,63, BBNI menjadi saham bank Himbara dengan valuasi termurah kedua setelah BMRI yang berada di P/E 6,29. Dividend yield 9,49% menempatkan BBNI sebagai salah satu opsi menarik bagi investor berorientasi pendapatan dividen.
Market cap BBNI saat ini Rp135,88 triliun, menjadikannya bank BUMN terbesar keempat di Indonesia.
Faktor Penekan dan Perbandingan Big 4 Banks
Tekanan jual hari ini bersifat sektoral. Investor masih bersikap wait and see menunggu sinyal kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia maupun The Fed — kondisi yang cenderung membuat pelaku pasar mengurangi eksposur ke saham keuangan jangka pendek.
BBNI menjadi saham dengan penurunan terdalam ketiga di antara Big 4 Banks pada sesi ini, di bawah BBRI yang anjlok 1,55%. Tapi dari sisi valuasi, BBNI justru paling kompetitif dibanding BBCA yang diperdagangkan di P/E 13,56.
| Saham | Harga | Perubahan | Dividen | P/E | Revenue Q2 |
|---|---|---|---|---|---|
| BBCA | Rp6.400 | -0,78% | 5,38% | 13,56 | Rp27,53T (+2,48%) |
| BMRI | Rp4.200 | -0,47% | 11,36% | 6,29 | Rp31,59T (-5,4%) |
| BBRI | Rp3.180 | -1,55% | 10,88% | 8,19 | Rp37,47T (+16,32%) |
| BBNI | Rp3.680 | -1,34% | 9,49% | 6,63 | Rp13,08T (+9,85%) |
Level Teknikal yang Perlu Dicermati
Secara teknikal, BBNI masih bertahan di atas support Rp3.650 hingga penutupan. Area support terdekat berada di kisaran Rp3.650–Rp3.600, sementara resistance di Rp3.730–Rp3.750.
Jika level Rp3.650 jebol, potensi koreksi lanjutan menuju Rp3.550 terbuka. Sebaliknya, bila mampu menembus Rp3.750, BBNI berpeluang menguji area Rp3.800.
Dengan P/E 6,63 dan dividend yield 9,49%, koreksi hari ini membuat gap antara harga pasar dan nilai fundamental BBNI semakin lebar — faktor yang biasanya menjadi pertimbangan investor institusional untuk akumulasi bertahap.
Disclaimer: Artikel ini bukan saran investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.