LUMAJANG — Stok BBM subsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan aman meski permintaan naik di sejumlah SPBU. Pemkab Lumajang memantau distribusi biosolar dan pertalite di 19 SPBU untuk menjaga pasokan tetap cukup bagi warga.
Pelaksana Harian Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Lumajang Aksanul Inam mengatakan pemantauan dilakukan bukan hanya untuk melihat penyaluran di lapangan, tetapi juga untuk membaca perubahan kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu.
“Monitoring distribusi BBM tidak hanya bertujuan mengetahui kondisi penyaluran di setiap SPBU, tetapi juga menjadi dasar untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan Pertamina apabila diperlukan,” kata Aksanul dalam keterangannya di Lumajang, Sabtu.
Stok BBM subsidi dipantau di 19 SPBU
Menurut Aksanul, hasil pemantauan pada Jumat, 26 Juni, menunjukkan stok pertalite dan biosolar masih tersedia di seluruh SPBU yang diperiksa. Jumlahnya memang berbeda-beda. Itu wajar.
Untuk pertalite, stok yang tercatat berkisar dari sekitar 1.200 liter hingga lebih dari 34 ribu liter. Sementara biosolar berada di kisaran sekitar 1.300 liter sampai 30 ribu liter, tergantung kapasitas tangki, jadwal pengiriman, dan tingkat konsumsi di tiap wilayah.
Ia menegaskan data lapangan seperti ini penting agar pemerintah daerah punya gambaran aktual, bukan sekadar asumsi. Jika ada lonjakan permintaan, Pemkab Lumajang bisa lebih cepat berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU lain.
“Monitoring dilakukan agar kami memiliki data aktual mengenai kondisi penyaluran BBM. Data tersebut menjadi dasar koordinasi apabila terdapat peningkatan kebutuhan di lapangan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Permintaan naik karena panen tebu dan pergeseran konsumsi
Kebutuhan pertalite dan biosolar di Lumajang ikut bergerak karena beberapa faktor yang terjadi bersamaan. Salah satunya, perubahan pola konsumsi masyarakat. Faktor lain datang dari aktivitas ekonomi yang meningkat saat musim panen tebu.
Di lapangan, kenaikan permintaan pertalite disebut ikut dipengaruhi oleh naiknya harga Pertamax dan Pertamina Dex. Sejumlah konsumen kemudian beralih ke BBM yang lebih terjangkau. Pergerakan seperti ini lazim terjadi saat selisih harga antarjenis BBM melebar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.