“Pengakuan ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKIP UMPR. Kami akan terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, serta memperluas kontribusi dalam mencetak tenaga pendidik dan sumber daya manusia yang profesional,” tutur Hendri optimis.
Dengan adanya program S2 dan S3 baru ini, para guru di Kalimantan Tengah kini tidak perlu lagi jauh-jauh menyeberang ke Pulau Jawa untuk melanjutkan studi ke jenjang tertinggi. Hal ini tentu menghemat biaya transportasi dan akomodasi secara signifikan, sekaligus mempercepat peningkatan kualifikasi akademik guru di daerah.
## Perluas Jejaring Kolaborasi Internasional
Sementara itu, Wakil Dekan Agung Riadin menekankan pentingnya partisipasi aktif kampus dalam forum-forum berskala global. Keterlibatan di ajang internasional seperti ProfunEdu Conference menjadi panggung strategis untuk bertukar pikiran mengenai metode pembelajaran terbaru berbasis teknologi digital.
“Keikutsertaan dalam forum internasional dan Rakernas ALPTK PTMA menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama akademik, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi antar-LPTK Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” jelas Agung.
Melalui penguatan jejaring ini, FKIP UMPR menargetkan kurikulum mereka bisa lebih adaptif terhadap tuntutan zaman dan digitalisasi pendidikan. Kampus berkomitmen agar seluruh lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memimpin perubahan di sekolah-sekolah tempat mereka mengabdi nantinya. Tantangan ke depan adalah konsistensi dalam mempertahankan mutu pelayanan akademik tersebut.
FKIP UMPR kini bersiap mengimplementasikan hasil rekomendasi Rakernas XVII untuk memperkuat ekosistem riset kolaboratif lintas negara.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.