Minggu, 28 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

FKIP UMPR raih apresiasi nasional atas transformasi akademik dan pe…

Piala penghargaan akademik nasional sebagai bukti FKIP UMPR raih apresiasi nasional atas transformasi akademik dan pe.
FKIP UMPR raih apresiasi nasional dari ALPTK PTMA atas keberhasilan akselerasi akreditasi Unggul dan pembukaan program doktor baru di Palangka Raya. (Ilustrasi: AI)

PALANGKA RAYA — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (FKIP UMPR) sukses menyabet penghargaan bergengsi tingkat nasional atas pencapaian luar biasa dalam melakukan pembenahan tata kelola kampus dan mutu pembelajaran. Apresiasi tinggi tersebut diberikan langsung oleh Asosiasi Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (ALPTK PTMA) di sela agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII dan The 12th ProfunEdu International Conference di Bandar Lampung.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi di luar Pulau Jawa mampu bersaing ketat dan menunjukkan taji di kancah nasional. Dampak langsung dari prestasi ini tentu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat Kalimantan Tengah terhadap mutu lulusan FKIP UMPR yang siap diterjunkan sebagai tenaga pendidik profesional. Langkah progresif kampus ini dinilai mampu membawa dampak nyata bagi ekosistem pendidikan tinggi swasta, terutama dalam mencetak guru dan tenaga pendidik berkualitas di wilayah luar Jawa. Selain memperkuat sistem internal, terobosan ini memacu percepatan akreditasi institusi menuju predikat Unggul melalui mekanisme Instrumen Suplemen Konversi (ISK).

## Komitmen Menembus Akreditasi Unggul

Ketua ALPTK PTMA, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengungkapkan bahwa FKIP UMPR melesat sebagai salah satu motor penggerak transformasi yang konsisten di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Keberanian melakukan lompatan mutu akademik menjadi indikator utama di balik pemberian penghargaan ini.

“FKIP UMPR menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Upaya meningkatkan akreditasi menuju Unggul melalui ISK serta keberhasilan menghadirkan program pascasarjana menjadi bukti komitmen dalam membangun kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berdaya saing,” ujar Harun saat memberikan keterangan resmi di sela-sela acara.

Harun menambahkan, perbaikan mutu di tingkat fakultas keguruan sangat vital. Kerja keras FKIP UMPR dinilai layak menjadi rujukan nasional bagi kampus-kampus lain yang ingin meningkatkan status akreditasi dan memperluas daya jangkau pengabdian masyarakat. Penguatan tata kelola ini tidak hanya sekadar di atas kertas, melainkan menyentuh perbaikan kurikulum dan peningkatan kualifikasi dosen.

Tantangan pendidikan di Kalimantan Tengah memang cukup kompleks, terutama terkait pemerataan kualitas guru di daerah pelosok. Kehadiran FKIP UMPR dengan mutu yang terstandarisasi nasional diharapkan mampu memangkas kesenjangan kualitas pendidikan tersebut. Kampus ini kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat keunggulan akademik di Borneo.

## Terobosan Program Pascasarjana Baru

Delegasi FKIP UMPR yang hadir langsung menerima penghargaan dipimpin oleh Dekan Hendri, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Agung Riadin, M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan ini sekaligus menegaskan posisi tawar FKIP UMPR dalam kancah akademik nasional. Hal ini membuktikan komitmen kepemimpinan yang solid.

Hendri memaparkan bahwa apresiasi ini merupakan buah manis dari kerja kolektif seluruh elemen di fakultas. Salah satu poin krusial yang diakui secara nasional adalah keberhasilan FKIP UMPR dalam menginisiasi pembukaan program pascasarjana baru untuk memfasilitasi kebutuhan riset tingkat lanjut bagi para guru dan praktisi pendidikan di wilayah Kalimantan.

Langkah konkret pengembangan institusi ini dibuktikan dengan berdirinya sejumlah program studi pascasarjana baru:

Jenjang Program Pascasarjana Fokus Bidang Keilmuan Status Operasional
Program Magister (S2) Pendidikan (Dua Program Studi) Aktif Berjalan
Program Doktor (S3) Pendidikan (Satu Program Doktor) Aktif Berjalan

“Pengakuan ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKIP UMPR. Kami akan terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas akademik, serta memperluas kontribusi dalam mencetak tenaga pendidik dan sumber daya manusia yang profesional,” tutur Hendri optimis.

Dengan adanya program S2 dan S3 baru ini, para guru di Kalimantan Tengah kini tidak perlu lagi jauh-jauh menyeberang ke Pulau Jawa untuk melanjutkan studi ke jenjang tertinggi. Hal ini tentu menghemat biaya transportasi dan akomodasi secara signifikan, sekaligus mempercepat peningkatan kualifikasi akademik guru di daerah.

## Perluas Jejaring Kolaborasi Internasional

Sementara itu, Wakil Dekan Agung Riadin menekankan pentingnya partisipasi aktif kampus dalam forum-forum berskala global. Keterlibatan di ajang internasional seperti ProfunEdu Conference menjadi panggung strategis untuk bertukar pikiran mengenai metode pembelajaran terbaru berbasis teknologi digital.

“Keikutsertaan dalam forum internasional dan Rakernas ALPTK PTMA menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama akademik, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi antar-LPTK Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” jelas Agung.

Melalui penguatan jejaring ini, FKIP UMPR menargetkan kurikulum mereka bisa lebih adaptif terhadap tuntutan zaman dan digitalisasi pendidikan. Kampus berkomitmen agar seluruh lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memimpin perubahan di sekolah-sekolah tempat mereka mengabdi nantinya. Tantangan ke depan adalah konsistensi dalam mempertahankan mutu pelayanan akademik tersebut.

FKIP UMPR kini bersiap mengimplementasikan hasil rekomendasi Rakernas XVII untuk memperkuat ekosistem riset kolaboratif lintas negara.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram