JOURNALARTA.COM, JAKARTA — Para pencari gadget, pelajar, hingga pekerja kantoran di pertengahan tahun 2026 ini dikejutkan oleh lonjakan harga laptop dan komputer personal (PC) yang naik cukup drastis di pasaran. Perangkat kelas pemula (entry-level) yang biasanya ramah di kantong kini mengalami penyesuaian harga yang membuat konsumen terpaksa merogoh kocek lebih dalam.
Fenomena ini bukanlah inflasi ekonomi biasa, melainkan sebuah “inflasi teknologi” yang dipicu oleh pergeseran peta industri semikonduktor global. Apa saja faktor utamanya? Berikut adalah rangkuman penyebab di balik meroketnya harga laptop dan komputer saat ini.
1. “AI Supercycle” Menyedot Kapasitas Produksi Chip Global
Penyebab utama dari lonjakan harga ini adalah demam Kecerdasan Buatan (AI) yang kian agresif. Raksasa produsen memori dunia seperti Samsung, SK Hynix, dan Micronnsaat ini sedang kewalahan memenuhi permintaan pasar data center AI global.
Demi mengejar margin keuntungan yang jauh lebih tinggi, para produsen mengalihkan kapasitas produksi wafer mereka dari memori komputer konsumen ke komponen khusus seperti High Bandwidth Memory (HBM) untuk peladen (server) AI. Akibatnya, pasokan komponen penting untuk laptop seperti RAM (DRAM) dan penyimpanan SSD (NAND Flash) untuk konsumen akhir menjadi sangat langka dan mahal. Riset pasar bahkan menunjukkan pasokan DRAM tersedot hingga 70 persen hanya untuk kebutuhan infrastruktur AI.
2. Kenaikan Harga Komponen Final Hingga 50%
Dampak dari kelangkaan komponen ini dirasakan langsung oleh produsen laptop yang berbasis di Indonesia. Ketergantungan industri lokal terhadap komponen impor membuat penyesuaian harga tidak dapat dihindari.
Sebagai gambaran nyata, pihak ASUS Indonesia mengungkapkan bahwa kelangkaan mikroprosesor dan modul memori telah mendongkrak harga jual produk akhir laptop hingga kisaran 50 persen dibanding tahun lalu.
“Sebagai contoh, laptop dengan prosesor Core i3 yang pada tahun 2025 masih bisa didapatkan di harga Rp6 jutaan, tahun ini harganya naik menjadi sekitar Rp8 jutaan,” ujar Muhammad Firman, Head of Corporate Communication ASUS Indonesia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/6).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.