Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Akselerasi Teknologi Jatim Jajaki Kerja Sama AI Skala Besar Dengan Guangxi China

Akselerasi Teknologi, Jatim Jajaki Kerja Sama AI Skala Besar dengan…
Kerja sama AI Jawa Timur dengan Guangxi dibahas di Jakarta. (Ilustrasi: AI)

Smart farming jadi bagian yang menarik. Selama ini, banyak program teknologi kandas karena terpisah dari kebutuhan petani. Kalau lahan 4.500 hektare itu benar-benar masuk skema kerja sama, pertanyaannya tinggal satu: seberapa jauh teknologi bisa menekan biaya, menaikkan hasil panen, dan mengurangi risiko gagal tanam? Jawaban itu yang nanti menentukan apakah proyek ini hidup atau hanya berhenti di presentasi.

Pertemuan tersebut juga memperlihatkan pola diplomasi investasi yang makin umum di daerah. Pemerintah daerah tidak lagi hanya menunggu pusat. Mereka aktif mencari mitra, membangun jejaring, lalu memetakan sektor yang paling siap ditanam modal. Jawa Timur mencoba menempatkan diri sebagai pintu masuk kerja sama teknologi antara Indonesia dan China, khususnya di bidang AI dan ekonomi digital.

Forum di Hotel Borobudur dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, Dewan Pengarah BRIN yang juga memimpin Apvokasi; pakar teknologi informasi Prof. Ir. Onno Widodo Purbo bersama Nurlina Noertam Purbo dari Onno Center; serta Dr. Ir. Dyah Wahyu Ermawati, Kepala DPMPTSP Jawa Timur, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur. Dari sektor perbankan, hadir Nathalia Nuryani SE (Amey).

Dengan komposisi seperti itu, kerja sama AI ini punya modal serius: ada regulator, ada pakar, ada dunia usaha, dan ada saluran investasi. Tinggal satu pekerjaan besar yang sering menentukan nasib banyak forum serupa — mengeksekusi kesepakatan tanpa kehilangan arah. Jamhadi menutup penjelasannya dengan nada optimistis. “Fokus utama mereka adalah membangun kemitraan di sektor Artificial Intelligence demi menyokong kemajuan di berbagai lini industri,” ujarnya.

Ringkasan singkat

1. Jawa Timur dan Guangxi Zhuang membahas kerja sama AI skala besar di Jakarta, dengan fokus pada investasi digital dan ekosistem teknologi.

2. Insentif Nanning lewat Program Yongjiang bukan hibah bebas, melainkan matching fund berbasis seleksi dan milestone proyek.

3. Jawa Timur menawar peluang di data center, keamanan siber, smart building, PLTD Sumenep, dan smart farming 4.500 hektare.

FAQ singkat

Apa fokus utama pertemuan ini? Kolaborasi kecerdasan buatan, investasi digital, dan penguatan ekosistem teknologi.

Kenapa Nanning menarik? Karena memiliki insentif investasi yang terstruktur di kawasan perdagangan bebas GXFTZ.

Apa untungnya bagi Jawa Timur? Ada peluang masuknya modal, transfer teknologi, dan penguatan sektor digital serta pertanian cerdas.

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda