Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Bukan Cuma FOMO, Ini Alasan Generasi Z Mulai Ramai-Ramai Pindah Investasi ke Emas Fisik

Ilustrasi emas batangan untuk harga emas Pegadaian
Ilustrasi emas batangan. Foto: Michael Steinberg/Pexels

JAKARTA — Emas fisik makin dilirik Gen Z pada 2026, saat banyak anak muda mulai meninggalkan aset yang terlalu liar pergerakannya. Pergeseran ini terlihat dari naiknya minat investor usia 18–26 tahun pada produk emas yang bisa ditarik dalam bentuk batangan atau keping nyata.

Perubahan selera investasi itu punya dampak langsung. Buat Gen Z yang baru mulai mengatur uang, emas fisik dianggap lebih mudah dipahami, lebih tenang dipegang, dan terasa aman ketika pasar saham atau kripto bergerak tak menentu.

Gen Z cari aset yang bisa dipegang

Data dari sejumlah aplikasi penyedia emas digital yang terhubung dengan penarikan fisik menunjukkan pertumbuhan investor muda meningkat pada semester pertama 2026. Angka detailnya tidak disebutkan dalam bahan, tapi trennya jelas: makin banyak pengguna muda memilih mengalihkan tabungan kecil mereka ke emas fisik.

Alasannya sederhana. Banyak Gen Z sudah cukup akrab dengan naik-turun harga kripto, saham teknologi, dan instrumen lain yang pergerakannya tajam dalam waktu singkat. Setelah beberapa kali melihat portofolio tertekan, sebagian dari mereka mulai mencari aset yang tidak bikin jantung ikut berdebar.

Emas fisik masuk ke celah itu. Nilainya cenderung stabil dalam jangka panjang, mudah dipahami pemula, dan punya reputasi lama sebagai aset lindung nilai saat inflasi atau ketidakpastian global naik.

Dari FOMO ke perhitungan

Dulu, banyak anak muda masuk investasi karena FOMO. Ikut teman. Ikut tren. Kadang tanpa tahu risikonya. Sekarang, pola itu mulai berubah.

Gen Z yang tumbuh di ruang digital justru makin sadar bahwa uang tak boleh cuma dipindahkan ke aset yang menjanjikan cuan cepat. Mereka mulai memikirkan keamanan dana, likuiditas, dan tujuan jangka panjang. Dalam konteks itu, emas fisik terasa lebih masuk akal daripada spekulasi yang terlalu agresif.

Seorang mahasiswa tingkat akhir di Jakarta, Rian, 22 tahun, mengatakan minatnya berubah setelah melihat banyak teman mengalami rugi dari aset berisiko tinggi. “Dulu mikirnya emas itu buat orang tua saja. Tapi sekarang kemasannya keren-keren, ukurannya kecil, dan yang paling penting rasanya lebih tenang kalau bisa dipegang langsung fisiknya,” ujarnya.

Kutipan seperti ini menggambarkan perubahan yang lebih besar daripada sekadar pilihan produk. Ada pergeseran cara pandang. Gen Z tidak lagi semata mengejar cuan cepat, tapi juga rasa aman yang nyata.

Ukuran kecil, akses makin mudah

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair