CANBERRA — Angus Taylor mengakui kepercayaan pemilih terhadap Koalisi Australia sempat runtuh selama pandemi Covid-19. Dalam pernyataan di stasiun radio 2GB pada Senin pagi waktu setempat, tokoh senior Partai Liberal itu mengatakan warga Australia marah pada politik, ekonomi, biaya hidup, dan pajak.
Pernyataan Taylor punya bobot politik yang besar. Ia bukan sekadar komentator; ia pernah duduk sebagai menteri senior dalam pemerintahan Koalisi. Saat seorang figur inti koalisi mengakui ada masalah trust, pesan itu dibaca sebagai pengakuan bahwa partai oposisi masih memikul beban lama yang belum selesai.
Pengakuan soal trust yang terkikis
Taylor menyebut pemerintah Koalisi, termasuk kabinet tempat ia pernah berperan, telah “kehilangan kepercayaan” dari pemilih lewat masa pandemi. Menurut dia, kebijakan saat itu membuat “big government” lebih mudah diterima publik.
Ia lalu menegaskan bahwa Koalisi perlu membalik keadaan. “Kami membiarkan pemerintah besar menjadi diterima, dan kami tidak percaya pada pemerintah besar,” kata Taylor dalam kutipan yang disiarkan 2GB. Ia menambahkan bahwa Australia keluar dari Covid dengan kebutuhan untuk menekan belanja dan mengurangi peran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.
Kalimatnya lugas. Bahkan keras. Taylor menilai warga merasa negara terlalu besar, terlalu berat, dan terlalu dekat dengan keseharian mereka. Bagi Koalisi, pengakuan seperti ini penting karena menyentuh akar persoalan yang sering muncul tiap kali oposisi Australia bicara soal efisiensi, pajak, dan peran negara.
Menjawab amarah pemilih
Dalam wawancara itu, Taylor juga berkata publik pemilih sedang “marah” pada politik dan kondisi ekonomi. Ia menyorot standar hidup serta beban pajak sebagai dua isu yang paling terasa di rumah tangga Australia.
Ini bukan isu kecil. Saat biaya hidup menekan, pesan politik soal disiplin fiskal dan ukuran negara menjadi semakin sensitif. Jika publik merasa upah tertinggal dari harga kebutuhan harian, partai mana pun yang sedang berkuasa atau pernah berkuasa akan ikut diserang. Itulah yang sekarang coba dihadapi Koalisi.
Taylor mengakui Partai Liberal memang harus membangun ulang kepercayaan di kalangan pemilih. Tapi ia menolak narasi bahwa kekuatan koalisi sedang ambruk total. Menurut dia, meski suara Koalisi sebelumnya sempat “jatuh bebas”, kini posisi mereka “solid seperti batu”.
Masalahnya, data survei yang muncul hari ini tidak sejalan dengan optimisme itu. Dalam jajak pendapat yang dipublikasikan Senin, suara utama Koalisi disebut turun hingga 17 persen. Angka itu menegaskan jurang antara pesan internal partai dan kenyataan di lapangan.
One Nation tak dijadikan sasaran
Di bagian lain, Taylor juga mengatakan ia tak akan menyerang pemilih One Nation. Ia menegaskan fokus utamanya tetap melawan Partai Buruh. Sikap ini penting karena menunjukkan Koalisi ingin tetap menjaga jalur komunikasi dengan pemilih kanan yang kecewa.
Di Australia, pemilih yang berpindah ke partai kecil sering menjadi penentu arah oposisi. Bila Koalisi terlalu keras menyerang mereka, pintu untuk kembali merebut suara bisa makin sempit. Karena itu, nada Taylor terdengar hati-hati meski ia sedang mencoba mengeras dalam isu ekonomi dan ukuran pemerintah.
Dalam wawancara weekend dengan The Australian, Taylor juga menyebut pandemi sebagai salah satu momen saat Koalisi dan pemerintah Australia melanggar kepercayaan publik. Pernyataan itu lalu ia ulang lagi di 2GB pada Senin pagi. Artinya, pesan ini bukan slip of the tongue. Ini garis politik yang disengaja.
Bagi pembaca, pernyataan Taylor memberi petunjuk ke arah mana oposisi Australia akan bergerak. Mereka tampaknya ingin menjadikan biaya hidup, pajak, dan pemerintahan yang lebih ramping sebagai paket utama untuk merebut kembali dukungan. Tapi pekerjaan rumahnya masih besar. Kepercayaan pemilih tidak pulih hanya dengan satu wawancara. Harus ada waktu, konsistensi, dan hasil yang nyata.
“It’s going to take time,” kata Taylor. Dan, dalam politik, waktu sering berarti satu hal lain: kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa partai masih layak dipercaya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.