JAKARTA — battery swapping truk listrik mulai didorong ke pasar Eropa setelah Octopus Energy dan raksasa baterai CATL membentuk usaha patungan baru, Swaptopus, untuk membangun jaringan penukaran baterai bagi angkutan barang lintas benua.
Langkah ini penting karena truk listrik kerap kalah di waktu henti. Bukan soal tenaga. Soal menunggu isi daya yang bisa memakan waktu lama. Dengan battery swapping, paket baterai habis diganti dalam hitungan menit, sehingga armada bisa lebih cepat kembali ke jalan.
Swaptopus bidik jaringan besar di Eropa
Dilaporkan TechRadar Pro, Octopus Energy menyebut kerja sama ini tidak hanya fokus pada transportasi barang, tetapi juga menyasar teknologi baterai untuk penyimpanan energi dan layanan jaringan listrik. CATL, produsen baterai kendaraan terbesar di dunia, menjadi mitra utama dalam pengembangan infrastruktur itu.
Dalam skema ini, truk listrik tidak perlu menunggu stasiun pengisian selesai bekerja. Sopir cukup masuk ke fasilitas swapping, melepas baterai yang habis, lalu keluar dengan paket baterai penuh. Cepat. Praktis. Untuk bisnis logistik, selisih beberapa jam bisa berarti satu ritme pengiriman yang jauh lebih efisien.
Greg Jackson, CEO dan pendiri Octopus Energy Group, menegaskan bahwa biaya operasional truk listrik sebenarnya sudah bisa bersaing dengan diesel. “Truk listrik sudah lebih unggul dari diesel dalam biaya operasional, tantangannya adalah menjaga truk tetap bergerak. Battery swapping mengubah itu. Alih-alih menunggu berjam-jam, truk bisa kembali ke jalan dalam hitungan menit,” kata Jackson.
Target 2027, lalu meluas sampai 2035
Menurut rencana yang diumumkan, hub swapping besar pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Lokasi awalnya berada di Inggris. Setelah itu, Octopus dan CATL ingin memperluas jaringan menjadi lebih dari 30 hub besar di seluruh Eropa pada 2035.
Angka yang mereka bawa tidak kecil. Infrastruktur itu diklaim pada akhirnya bisa mendukung lebih dari 300.000 truk listrik. Di sisi pendanaan, perusahaan memperkirakan proyek ini dapat membuka lebih dari 30 miliar pound sterling investasi swasta dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi industri logistik, ini sinyal penting. Pasar angkutan barang Eropa masih sangat bergantung pada diesel. Kalau model swapping benar-benar berjalan mulus, hambatan utama adopsi truk listrik bisa menyusut tajam. Pengisian daya yang lama bukan lagi pengganjal utama. Armada bisa bergerak hampir seperti isi bahan bakar biasa, hanya tanpa emisi knalpot.
CATL bawa pengalaman dari China
Dr. Robin Zeng, Chairman dan CEO CATL, menyebut battery swapping akan punya peran besar dalam masa depan transportasi niaga. Ia mengatakan teknologi itu sudah teruji di China dan kini siap dibawa ke Inggris serta Eropa.
“Battery swapping akan menjadi bagian penting dari masa depan transportasi komersial. Kami telah membuktikan teknologi ini di China, dan kami senang membawanya ke Inggris dan Eropa,” ujar Zeng.
Ia juga menyoroti peluang integrasi dengan teknologi lain, termasuk Battery-to-Grid atau B2G dan penyimpanan energi. Menurut CATL, kombinasi itu bisa membantu mempercepat elektrifikasi jalan raya di kawasan tersebut.
Dalam presentasi rencana itu, CATL menyinggung pula baterai kendaraan komersial terbesarnya yang dapat mencapai 1.000 kWh, atau sekitar 20 kali kapasitas mobil listrik penumpang rata-rata. Kapasitas sebesar ini menunjukkan betapa beratnya kebutuhan energi untuk truk jarak jauh. Karena itu, model swapping dianggap lebih masuk akal ketimbang menunggu isi daya penuh di titik tertentu.
Tak cuma buat truk, tapi juga jaringan listrik
Swaptopus melihat hub swapping tidak berhenti di urusan logistik. William Rowe, CEO dan pendiri Swaptopus, menyebut fasilitas itu bisa berfungsi seperti pembangkit listrik virtual saat jaringan membutuhkan daya tambahan.
“Kami percaya masa depan transportasi darat adalah listrik dan otonom, dan battery swapping adalah infrastruktur besar yang memungkinkan itu,” kata Rowe. “Bukan hanya mengurangi waktu henti, tapi karena baterai di stasiun swapping bisa diisi dan dikosongkan saat jaringan membutuhkannya, mereka bertindak sebagai pembangkit listrik virtual dan pada akhirnya menurunkan biaya bagi konsumen.”
Pernyataan itu mengisyaratkan arah baru: infrastruktur kendaraan listrik tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung rapat dengan sistem energi. Jadi, baterai truk tak cuma menyimpan daya untuk jalan raya, tetapi juga bisa menjadi bagian dari manajemen listrik nasional saat beban puncak.
Octopus dan CATL juga sedang menelaah peluang lain di Eropa, mulai dari penyimpanan energi hingga pengelolaan listrik skala luas. Di sektor transportasi, langkah ini bisa menjadi salah satu percobaan terbesar untuk membuktikan bahwa battery swapping truk listrik layak dipakai massal di luar China.
Bagi Eropa, pertanyaannya sederhana: apakah model ini cukup cepat, murah, dan mudah dibangun untuk mengejar kebutuhan armada logistik yang terus bertambah? Kalau jawaban itu positif, truk listrik mungkin akan melaju lebih cepat dari perkiraan banyak orang. Dan jalan raya barang bisa berubah jauh lebih cepat dari yang terlihat hari ini.
Greg Jackson menutup dengan nada optimistis. “Dengan menggabungkan perangkat lunak dan keahlian energi Octopus dengan teknologi baterai kelas dunia dari CATL, kami membuat pengiriman barang bersih menjadi praktis dalam skala besar di seluruh Eropa,” ujarnya.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.