Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan sebelumnya sempat dipantau langsung oleh jajaran kementerian terkait. Kunjungan kerja tersebut menyasar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Balikpapan, yang dinilai memiliki kesiapan sarana dan prasarana pendukung sangat baik. Kunjungan tersebut memberikan gambaran nyata kesiapan daerah dalam menyukseskan program skala nasional.
Hasil evaluasi dari pusat memberikan banyak masukan berharga bagi pemerintah daerah. Masukan tersebut langsung diterapkan guna meningkatkan mutu pelayanan gizi dan efisiensi rantai pasok makanan di lapangan.
“Kami siap melakukan penyesuaian anggaran secara cepat begitu regulasi baru dari kementerian resmi diterbitkan,” sebut Irfan.
Saat ini, Pemerintah Kota Balikpapan terus menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait mengenai pembaruan petunjuk teknis. Otoritas wilayah sedang menunggu penerbitan regulasi tata kelola anggaran terbaru dari jajaran pemerintah pusat agar pelaksanaan program memiliki payung hukum yang semakin kokoh.
Namun, proses tunggu tersebut dipastikan tidak akan menghentikan pembagian makanan di ruang kelas. Selama belum ada instruksi penghentian, program krusial ini dipastikan terus bergulir setiap hari sekolah demi menjaga kelangsungan belajar anak-anak dengan perut kenyang dan fokus terjaga.
“Pemerintah Kota Balikpapan berharap program MBG dapat terus berjalan dengan baik guna mendukung pemenuhan gizi peserta didik, sembari menunggu kebijakan dan regulasi terbaru dari pemerintah pusat,” pungkas Irfan.
Pemerintah kota kini tengah menyusun skema mitigasi jangka panjang bersama pihak swasta dan komite sekolah. Langkah antisipatif ini disiapkan agar jika terjadi kendala teknis serupa di masa mendatang, distribusi makanan cadangan dapat langsung diaktifkan tanpa mengganggu jam makan siang siswa.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.