Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Gubernur Bobby Nasution Kerahkan 45 Petugas Jaga 24 Jam untuk Atasi Pungli Sidebuk-Debuk

Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk Brastagi
Kawasan Wisata Sidebuk-Debuk Brastagi. Foto: mistar.id

MEDAN, JOURNALARTA.COM – Pungutan Liar (Pungli) di Sidebuk-Debuk kini dijaga ketat selama 24 jam setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menurunkan 45 personel gabungan di akses menuju pemandian air panas Sidebuk-Debuk, Kabupaten Karo, sejak Jumat malam, 26 Juni 2026.

Langkah ini diambil menyusul keluhan wisatawan dan warga yang lama terganggu oleh pungutan liar di kawasan wisata tersebut. Pemerintah daerah menaruh taruhan besar pada penertiban ini demi kenyamanan pengunjung, rasa aman di jalan menuju lokasi, dan citra pariwisata Sumut ikut dipertaruhkan.

45 petugas disebar di tiga titik

Kepala Satpol PP Provinsi Sumut, Dr. Moettaqien Hasrimi, mengatakan tim gabungan terdiri dari 25 personel Satpol PP provinsi dan 20 personel Satpol PP Kabupaten Karo. Mereka ditempatkan di tiga titik strategis untuk mengawasi jalur masuk ke kawasan wisata.

“Arahan tegas dari Pak Gubernur agar kami menjaga sepenuhnya area jalan menuju pemandian air panas. Kami kerahkan tim dalam jumlah cukup besar agar pengawasan berjalan efektif,” ujar Moettaqien kepada wartawan di Medan, Sabtu (27/6/2026).

Menurut dia, pengamanan tidak hanya dilakukan pada jam ramai. Petugas berjaga bergiliran sepanjang hari. Tujuannya jelas yakni memutus ruang gerak oknum yang selama ini memanfaatkan lalu lintas wisatawan untuk memungut uang secara tidak sah.

Ketegangan sempat muncul di awal penjagaan

Pada hari-hari awal pengamanan, petugas sempat berhadapan dengan situasi panas. Sejumlah oknum masih nekat melakukan pungutan liar di pinggir jalan. Moettaqien menyebut ada indikasi tindakan premanisme, mulai dari intimidasi terhadap pengunjung hingga pelemparan kendaraan yang melintas.

Petugas lalu bertindak cepat. Aktivitas pungutan liar dihentikan di tempat. Peringatan keras juga disampaikan agar praktik serupa tidak muncul lagi.

“Kegiatan pungli berhasil dihentikan saat itu juga. Kami terus memantau dan memastikan hingga kini praktik tersebut sudah tidak ditemukan lagi di lokasi,” kata Moettaqien.

Respons keras itu menunjukkan pemerintah tidak ingin sekadar memberi imbauan. Mereka memilih pengamanan langsung di lapangan. Cara ini dinilai lebih efektif untuk lokasi wisata yang akses jalannya sempit dan mudah dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mengambil keuntungan dari pengunjung.

Dampak ke wisatawan dan ekonomi warga

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda