Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Bakal Diluncurkan Prabowo 1 Juli, Simak Bocoran Harga BBM B50

Bakal Diluncurkan Prabowo 1 Juli, Simak Bocoran Harga BBM B50
BBM B50 mulai 1 Juli 2026. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — BBM B50 akan mulai diluncurkan pada 1 Juli 2026, dan pemerintah memastikan harga jualnya tetap mengikuti formula solar yang berlaku saat ini. Kebijakan ini datang dengan satu pesan utama: campuran biodiesel berbasis sawit dinaikkan, tapi beban harga di pompa tidak ikut naik.

Program itu disiapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional. Di saat yang sama, pemerintah menargetkan pengurangan impor solar yang selama ini masih membebani kebutuhan energi dalam negeri dan menguras devisa.

Harga BBM B50 belum berubah, tetap ikut formula solar

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Laode Sulaeman, menegaskan tidak ada skema khusus untuk harga BBM B50. Menurut dia, pemerintah tetap memakai mekanisme penetapan harga yang selama ini berlaku untuk solar.

“Kalau harga mengikuti harga BBM yang sudah berjalan selama ini, tidak ada hal khusus,” kata Laode di Kementerian ESDM, Jumat, 26 Juni 2026.

Laode juga menyebut peningkatan kandungan Fatty Acid Methyl Ester atau FAME dari 40 persen menjadi 50 persen tidak otomatis membuat harga solar naik. Formula yang dipakai masih sama seperti saat B40 berjalan. Artinya, publik belum perlu menyiapkan skenario baru untuk harga eceran hanya karena komposisinya bergeser.

Bagi konsumen, kabar ini penting. Saat isu energi sering berujung pada penyesuaian harga, kepastian dari Kementerian ESDM memberi sinyal bahwa perubahan besar justru terjadi di sisi pasokan dan bauran energi, bukan di tagihan harian pengguna kendaraan diesel.

Prabowo sebut B50 langkah menuju swasembada energi

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa B50 menjadi tonggak penting menuju swasembada energi. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan Indonesia akan mengolah solar berbasis sawit 50 persen agar tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar negeri. Ia juga menyebut kebijakan ini bakal menghemat devisa dalam jumlah besar.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda