Pembagian tugas antar verifikator dilakukan secara terkoordinasi untuk menjamin tidak ada tumpang tindih atau celah prosedur. “Masyarakat juga dapat pendampingan langsung di sekolah maupun posko. Verifikasi dokumen melalui pembagian tugas terkoordinasi untuk memastikan proses seleksi objektif, adil, dan transparan,” jelas Sisrayanti.
Momentum untuk Perubahan Persepsi Publik
Meski sistem SPMB di Batam sudah dibenahi dengan baik, tantangan sejati terletak pada mengubah mindset masyarakat tentang hierarki sekolah. Transparansi dan keadilan prosedural adalah syarat perlu, tetapi bukan syarat cukup. Pemerintah perlu terus menginformasikan bahwa setiap sekolah negeri memiliki standar yang sama, dan prestasi murid lebih bergantung pada usaha individual daripada nama institusi.
Program beasiswa untuk murid di sekolah swasta juga perlu dikomunikasikan lebih luas agar tidak ada keluarga yang merasa “kalah” ketika anaknya tidak diterima di sekolah negeri. Sebaliknya, ketersediaan dana pendidikan di sektor swasta bisa dipandang sebagai peluang dan fleksibilitas, bukan pengurangan hak.
Ke depan, kesuksesan SPMB Batam akan diukur tidak hanya dari kelancaran proses administratif, tetapi dari seberapa banyak anak yang berhasil tertampung dan melanjutkan pendidikan tanpa putus. Jika angka dropout dapat ditekan dan semua anak usia sekolah benar-benar bersekolah, barulah SPMB dianggap benar-benar sukses.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.