JAKARTA — Harga perangkat elektronik naik bukan karena versi baru rilis. Smartphone, konsol game, dan laptop yang sudah beredar bertahun-tahun kini justru ikut mahal — dan penyebabnya satu: AI rakus memori.
Apple, Microsoft (Xbox), Nintendo, hingga Sony sudah menaikkan harga produk lama mereka dalam beberapa bulan terakhir. Bukan karena ada pembaruan fitur. Bukan karena inflasi biasa. Tapi karena komponen memori — RAM dan flash storage — tiba-tiba jadi rebutan antara pabrik konsumer dan pusat data raksasa yang mentenagai ChatGPT dan sejenisnya.
Fenomena ini sudah punya nama: Ramageddon. Dan dampaknya terasa langsung di dompet konsumen Indonesia yang ingin membeli gadget baru.
AI Sedang Menguras Stok RAM Dunia
Pusat data yang menjalankan model AI skala besar butuh chip memori dalam jumlah yang tidak main-main. Setiap kali kamu mengetik prompt di ChatGPT atau menggunakan fitur AI di ponsel, ada ribuan chip DRAM yang bekerja di baliknya — di server, bukan di genggamanmu.
Masalahnya, kapasitas produksi chip memori dunia tidak tumbuh secepat permintaan. Hasilnya: pasokan terserap habis oleh perusahaan cloud dan AI, sementara produsen gadget konsumer harus antre dan membayar lebih mahal untuk mendapat alokasi yang sama.
Danni Hewson, Kepala Analisis Keuangan di firma investasi AJ Bell, menjelaskan situasinya cukup gamblang. Perlombaan membangun pusat data AI memicu lonjakan permintaan yang sangat cepat, sehingga pabrikan chip seperti TSMC bisa menaikkan harga dengan leluasa — mereka tahu para pelanggan sedang berebut kapasitas produksi.
James Bull, analis senior teknologi dari RSM UK, bahkan lebih tegas. Menurutnya, ini bukan sekadar soal pasokan yang kurang — ini soal prioritas. Ketika Microsoft, Google, dan Amazon rela membayar harga premium untuk mengamankan chip memori demi pusat data AI mereka, produsen chip otomatis mengalihkan kapasitas ke sana. Konsumer elektronik tinggal menunggu sisa.
Siapa Saja yang Sudah Menaikkan Harga?
Daftarnya panjang — dan terus bertambah. Apple menaikkan harga beberapa model iPhone dan Mac di pasar tertentu tanpa mengumumkan pembaruan teknis berarti. Nintendo Switch 2 diluncurkan dengan banderol yang lebih tinggi dari prediksi banyak analis. Sony PlayStation 5 di sejumlah negara juga mengalami koreksi harga ke atas, bukan ke bawah seperti lazimnya siklus konsol yang sudah matang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.