JAKARTA — Kasus kematian seorang dokter muda di Nusa Tenggara Timur memicu reaksi keras dari parlemen setelah muncul laporan bahwa almarhumah sempat mengalami tekanan psikis berat sebelum mengembuskan napas terakhir. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengecam keras dugaan intimidasi oleh anggota DPRD terhadap dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha yang bertugas di daerah tersebut.
Dampak dari peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, namun juga memicu trauma hebat pada lingkaran tenaga kesehatan setempat. Publik di media sosial kini mendesak adanya perlindungan hukum yang lebih konkret bagi para dokter yang bertugas di wilayah pelosok tanah air agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujar legislator yang akrab disapa Ninik tersebut saat memberikan konfirmasi di Jakarta.
Kronologi Penanganan Pasien Berujung Tekanan Psikis
Kasus ini bermula pada 13 Juni 2026 di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Saat itu, dokter Icha tengah berjuang menangani seorang pasien anak yang dilarikan ke rumah sakit akibat gigitan ular berbisa. Kasus gigitan ular di wilayah pelosok sering kali membutuhkan penanganan cepat dengan serum anti-bisa ular (SABU) yang ketersediaannya kerap terbatas di daerah.
Di tengah situasi darurat medis tersebut, dua anggota DPRD Kabupaten TTU berinisial NT (Norbertus Tubani) dan TL (Therensius Lazakar) yang merupakan kerabat dari pasien diduga melakukan intervensi verbal yang berlebihan. Sikap intimidatif dari kedua pejabat publik ini diduga memicu tekanan psikologis luar biasa bagi sang dokter. Mereka disinyalir menuntut pelayanan instan tanpa memahami prosedur triase IGD dan keterbatasan fasilitas medis yang ada di lapangan.
Akibat tekanan psikis yang berat pascakejadian itu, dokter Icha dilaporkan mengalami trauma mendalam hingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi fisiknya drop secara drastis akibat gangguan kecemasan akut. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dokter muda ini dikabarkan meninggal dunia pada 26 Juni 2026.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.