JAKARTA — emas batangan Antam pada Selasa pagi kembali turun Rp15.000 per gram, mengikuti koreksi yang juga terjadi pada hari sebelumnya. Mengacu laman Logam Mulia yang dipantau di Jakarta pukul 09.07 WIB, harga emas Antam kini berada di level Rp2.630.000 per gram dari sebelumnya Rp2.645.000.
Harga jual kembali atau buyback ikut melemah. Angkanya turun ke Rp2.335.000 per gram. Bagi pembeli ritel, perubahan ini penting karena selisih antara harga beli dan buyback langsung menentukan potensi untung saat emas dijual kembali.
Emas batangan Antam turun dua hari beruntun
Penurunan Rp15.000 per gram pada Selasa ini datang setelah koreksi serupa sehari sebelumnya. Dua kali penyesuaian dalam rentang waktu singkat membuat harga emas Antam bergerak lebih rendah dari level akhir pekan lalu.
Di pasar emas domestik, harga Logam Mulia kerap dipantau harian karena menjadi rujukan utama pembelian emas batangan di Indonesia. Begitu laman diperbarui, angka bisa berubah lagi sewaktu-waktu. Karena itu, pembeli yang hendak melakukan transaksi biasanya mengecek harga langsung sebelum datang ke outlet atau memesan secara daring.
Pergerakan seperti ini lazim terjadi saat pasar global bergerak hati-hati. Namun bagi masyarakat yang membeli emas untuk simpanan, angka harian tetap terasa dekat dengan keputusan sehari-hari: beli sekarang, tunggu, atau menahan dulu. Satu selisih Rp15.000 per gram mungkin tampak kecil, tetapi pada pembelian 50 gram atau 100 gram, bedanya sudah terasa.
Daftar harga pecahan emas Antam terbaru
Berikut harga pecahan emas batangan Antam terbaru yang tercatat di laman Logam Mulia:
| Pecahan | Harga |
|---|---|
| 500 gram | Rp1.285.320.000 |
| 1.000 gram | Rp2.570.600.000 |
Untuk pecahan kecil, Antam biasanya menawarkan beberapa ukuran lain, mulai dari 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, hingga 250 gram. Pada sumber pembanding dari Antaranews daerah, harga 1 gram tercatat Rp2.630.000, harga 10 gram Rp25.795.000, dan harga 100 gram Rp257.212.000. Rincian ini memperlihatkan bahwa semakin besar gramasi, nilai total tentu ikut naik, tetapi investor biasanya membandingkan juga selisih harga per gram dan biaya transaksi.
Dalam praktiknya, sebagian pembeli memilih gramasi kecil untuk fleksibilitas. Sebagian lain langsung mengambil pecahan besar karena dipakai sebagai instrumen simpanan jangka panjang. Dua pilihan itu sama-sama dipengaruhi satu hal: harga harian emas di layar.
Aturan pajak saat beli dan jual emas
Antam juga mengingatkan bahwa transaksi emas batangan terkena ketentuan pajak sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian emas batangan, tarif Pajak Penghasilan Pasal 22 ditetapkan sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Setiap pembelian disertai bukti potong PPh 22.
Sementara itu, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal di atas Rp10 juta juga terkena PPh Pasal 22. Tarifnya 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback, sehingga angka yang diterima penjual bisa lebih kecil dari harga buyback yang tertera di laman.
Aturan pajak ini penting karena banyak pembeli emas yang fokus pada harga beli, lalu lupa menghitung biaya saat keluar dari posisi. Padahal, keuntungan investasi emas tidak hanya bergantung pada kenaikan harga, tapi juga pada pajak transaksi, selisih spread, dan waktu jual yang tepat.
Apa artinya bagi pembeli emas ritel
Penurunan harga harian biasanya membuka ruang bagi pembeli yang menunggu momen masuk. Dengan harga lebih rendah, modal untuk membeli 1 gram, 5 gram, atau 10 gram menjadi sedikit lebih ringan dibanding sehari sebelumnya. Namun, bagi investor yang sudah memegang emas, pelemahan harga juga berarti nilai portofolio ikut tertekan bila dihitung secara mark-to-market.
Karena itu, emas batangan sering dipilih bukan untuk spekulasi harian, melainkan penyimpanan nilai. Karakternya relatif sederhana: beli saat harga dianggap pas, simpan, lalu jual kembali ketika kebutuhan datang atau saat harga menguat. Tapi untuk pembelian jangka pendek, perbedaan kecil antarkomersial bisa menentukan hasil akhir.
Sumber Antara mencatat harga emas Antam di Jakarta pada Selasa pagi dengan penurunan Rp15.000 per gram, dan data itu sejalan dengan laporan daerah lain yang sama-sama menampilkan koreksi harga. Artinya, arah pergerakan yang muncul bukan kasus satu wilayah, melainkan penyesuaian yang seragam di laman resmi Logam Mulia.
Dengan harga emas Antam yang kembali turun, pasar akan menunggu apakah koreksi ini hanya jeda singkat atau berlanjut pada perdagangan berikutnya. Untuk pembeli, kuncinya tetap sama: cek harga resmi, hitung pajak, lalu tentukan ukuran yang paling sesuai dengan kebutuhan.
“Harga emas batangan bisa berubah sewaktu-waktu, jadi transaksi sebaiknya selalu mengacu ke laman resmi Logam Mulia,” kata sumber Antara dalam laporan yang dirilis di Jakarta.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.