Marsch kemudian merespons dengan menginstruksikan para pemain tengahnya untuk lebih berani melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Masuknya Tani Oluwaseyi juga memberikan dimensi baru di lini depan. Taktik ini terbukti jitu karena rapatnya pertahanan Afrika Selatan membuat tusukan ke dalam kotak penalti hampir mustahil dilakukan.
Satu peluang bersih didapat Jonathan David memanfaatkan bola muntah tepisan Williams, tetapi bek Afrika Selatan, Mbekezeli Mbokazi, melakukan penyelamatan gemilang dengan membuang bola di saat-saat terakhir. Saat laga tampaknya akan berlanjut ke babak tambahan, momen magis Eustaquio datang menyelamatkan wajah Kanada.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Pujian Jesse Marsch dan Masa Depan Hugo Broos
“Kami terus percaya, kami terus menekan, dan saya rasa kami tidak bisa membayangkan skenario yang lebih indah dari ini,” ujar Eustaquio setelah pertandingan usai. Dia merasa seluruh energi penonton ikut mendorong bola tendangannya ke dalam gawang.
Pelatih Jesse Marsch juga tak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat mengumpulkan para pemain di tengah lapangan. Marsch memuji kedisiplinan taktik dan karakter kuat yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang laga.
“Pikirkan bagaimana kita berbicara tentang tetap berpegang pada rencana. Kalian menunjukkan karakter luar biasa hari ini. Kalian semua adalah pahlawan Kanada,” tegas Marsch.
Di kubu lawan, kekalahan ini memicu spekulasi mengenai masa depan pelatih veteran Afrika Selatan, Hugo Broos. Pelatih berusia 74 tahun tersebut mengisyaratkan akan segera mengambil keputusan terkait kelanjutan kariernya dalam beberapa hari ke depan.
Selanjutnya, Kanada akan terbang ke Houston untuk melakoni laga babak perempat final pada 4 Juli mendatang. Mereka kini tinggal menunggu pemenang antara duel sengit Belanda melawan Maroko yang baru akan bertanding.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.