Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga di Pegadaian hari ini kompak turun

Harga di Pegadaian hari ini kompak turun
(Ilustrasi: AI)

Tapi rupiah juga berperan. Kalau rupiah menguat terhadap dolar, harga emas dalam rupiah bisa ikut terkoreksi meski harga dolar relatif stagnan. Sebaliknya, rupiah melemah bisa menahan penurunan harga lokal meski harga dunia sedang turun. Dua faktor ini bekerja bersamaan — dan hasilnya bisa berbeda tiap hari.

Yang menarik: penurunan hari ini terjadi serentak pada tiga merek. Ini mengisyaratkan tekanan dari faktor eksternal — bukan sekadar koreksi teknikal salah satu produk.

Secara tren jangka panjang, gambaran harga emas jauh lebih cerah. Sejak awal 2024, harga emas global sudah naik lebih dari 30 persen. Pendorongnya beragam: ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi yang masih membayangi sejumlah negara, hingga pembelian besar-besaran oleh bank-bank sentral dunia yang terus menambah cadangan emas. Bank Sentral China, India, dan Polandia tercatat sebagai pembeli terbesar dalam dua tahun terakhir berdasarkan data World Gold Council.

Ini Bukan Sekadar Soal Harga Hari Ini

Penurunan harga hari ini punya arti berbeda bagi tiap pembeli, tergantung tujuannya.

Bagi yang baru mau mulai investasi emas, koreksi harga seperti ini memang bisa jadi titik masuk yang lebih baik dibanding beli saat harga sedang puncak. Tapi perlu diingat: tidak ada yang bisa memastikan harga akan terus turun esok hari. Emas bekerja paling baik sebagai instrumen jangka panjang — minimal 3 sampai 5 tahun — bukan untuk dibolak-balik harian.

Pegadaian menyediakan beberapa jalur pembelian. Tunai langsung di gerai, cicilan lewat program Tabungan Emas, atau beli online via aplikasi Pegadaian Digital. Program Tabungan Emas bahkan memungkinkan pembelian mulai dari 0,01 gram — di harga hari ini, sekitar Rp26.000 untuk Galeri24. Angka yang sangat terjangkau untuk mulai.

Satu hal yang sering luput dari perhitungan pemula: spread. Harga jual kembali (buyback) selalu lebih rendah dari harga beli. Selisih ini bisa berbeda tiap merek dan tiap gerai. Antam umumnya punya spread lebih sempit karena permintaannya tinggi dan pasarnya lebih likuid — artinya, potensi rugi saat menjual kembali lebih kecil dibanding dua merek lainnya.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda