JAKARTA — harga emas Pegadaian kompak turun pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, untuk tiga merek utama yang dijual di Pegadaian: Galeri24, Antam, dan UBS. Koreksi harga ini mengikuti pelemahan emas dunia yang masih dipengaruhi sentimen geopolitik dan arah suku bunga Amerika Serikat.
Bagi pembeli ritel, penurunan ini berarti modal masuk sedikit lebih ringan. Tapi ritme pasar emas memang cepat berubah. Dalam hitungan hari, harga bisa bergerak lagi mengikuti bursa internasional, nilai dolar, dan ekspektasi kebijakan bank sentral AS.
Rincian harga emas Pegadaian hari ini
Berdasarkan laman Pegadaian yang dikutip Selasa pagi, harga emas Pegadaian untuk cetakan Galeri24 turun ke Rp 2.605.000 per gram. Emas Antam berada di Rp 2.736.000 per gram, sedangkan UBS dipatok Rp 2.617.000 per gram.
Jika dibandingkan dengan perdagangan Senin, ketiganya sama-sama terkoreksi. Galeri24 sebelumnya Rp 2.627.000 per gram, Antam Rp 2.751.000 per gram, dan UBS Rp 2.639.000 per gram. Penurunan paling dalam tercatat pada emas Antam, yang turun Rp 15.000 per gram.
| Jenis emas | Harga 29 Juni 2026 | Harga 30 Juni 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Galeri24 | Rp 2.627.000 | Rp 2.605.000 | Turun Rp 22.000 |
| Antam | Rp 2.751.000 | Rp 2.736.000 | Turun Rp 15.000 |
| UBS | Rp 2.639.000 | Rp 2.617.000 | Turun Rp 22.000 |
Kenapa harga ikut bergerak
Pergerakan harga emas Pegadaian tak lepas dari kondisi pasar global. Harga emas dunia pada perdagangan Senin tercatat melemah setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak mentah. Pasar kemudian khawatir inflasi ikut naik.
Dikutip dari CNBC, harga emas spot turun 1,7 persen menjadi US$ 4.019,79 per ons. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga turun 1,4 persen ke US$ 4.038,90 per ons. Sebelumnya, emas sempat menyentuh titik terendah dalam lebih dari tujuh bulan.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai pasar masih waspada terhadap konflik di Timur Tengah. “Pasar saat ini sangat mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah,” ujar Grant, seperti dikutip dari CNBC. Ia menambahkan, investor juga menyesuaikan diri dengan sikap Federal Reserve yang masih cenderung agresif.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.