Pakistan sejak tahun lalu memang berkali-kali melancarkan serangan di sepanjang perbatasan, bahkan ke dalam wilayah Afghanistan, dengan dalih memburu persembunyian TTP dan jaringan bersenjata lain. Kabul berulang kali membantah tuduhan bahwa pemerintah Taliban Afghanistan memberi perlindungan kepada kelompok yang menyerang Pakistan.
Kenapa hubungan Islamabad-Kabul makin rawan
Yang membuat peristiwa ini penting bukan hanya jumlah korban, melainkan arah eskalasinya. Ketika Pakistan menyerang sasaran lintas batas, Afghanistan hampir pasti melihatnya sebagai pelanggaran kedaulatan. Di sisi lain, Islamabad menilai tekanan militer perlu dijalankan karena serangan terhadap aparat keamanan terus berulang.
Situasi itu membuat jalur diplomasi berjalan di tempat. Beberapa putaran pembicaraan damai yang dimediasi pihak internasional gagal menghasilkan gencatan senjata jangka panjang. Pada April, China bahkan ikut menjadi tuan rumah pembicaraan antara kedua pihak dan menyebut Pakistan serta Afghanistan telah sepakat untuk tidak memperluas konflik. Nyatanya, ketegangan justru belum reda.
Bagi warga di kawasan perbatasan, efeknya bisa lebih langsung lagi. Aktivitas keamanan meningkat, akses di sejumlah titik rawan bisa terganggu, dan ancaman balasan militan selalu membayangi. Serangan di Karachi juga menunjukkan bahwa persoalan keamanan Pakistan bukan cuma soal perbatasan. Jaringan bersenjata punya kemampuan bergerak lintas provinsi, dari Khyber Pakhtunkhwa sampai kota besar seperti Karachi.
Tarar menegaskan operasi itu ditujukan untuk menghancurkan tempat persembunyian militan yang dianggap bertanggung jawab atas gelombang kekerasan di Pakistan. “Operasi ini dilancarkan sebagai respons atas serangan-serangan militan di seluruh negeri,” kata Attaullah Tarar, Menteri Informasi Pakistan, melalui unggahan di X.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.