JAKARTA — Satu dari lima orang dewasa di Amerika Serikat kini mengonsumsi obat GLP-1 untuk menurunkan berat badan. Tapi ada efek samping yang jarang dibicarakan: otot ikut menyusut — dan itu bisa berbahaya.
Samsung Electronics dan Massachusetts General Hospital (MGH) Diabetes Research Center kini berkolaborasi dalam sebuah studi klinis untuk menjawab pertanyaan penting: bisakah smartwatch membantu pasien mempertahankan massa ototnya selama terapi GLP-1?
Studi yang diumumkan bersama ini akan mengevaluasi Galaxy Watch8 sebagai alat pemantau komposisi tubuh dan aktivitas fisik bagi pasien yang baru memulai terapi GLP-1RA — singkatan dari Glucagon-Like Peptide-1 Receptor Agonist, sejenis hormon sintetis yang menekan nafsu makan dan mengatur gula darah.
Kenapa Kehilangan Otot Jadi Masalah Serius
Obat GLP-1 seperti semaglutide yang dijual dengan merek Ozempic dan Wegovy tengah booming. Efektivitasnya dalam menurunkan berat badan sudah terbukti secara klinis. Tapi ada yang sering luput dari perhatian publik: bersama lemak, massa otot ikut berkurang.
Kehilangan otot bukan sekadar soal penampilan. Menurut Dr. Melissa Putman, Direktur MGH Diabetes Research Center yang memimpin studi ini, penyusutan otot meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan menurunkan laju metabolisme basal — alias tubuh jadi lebih lambat membakar kalori. Efek domino ini membuat berat badan lebih mudah naik lagi setelah berhenti minum obat.
Data dari beberapa uji klinis semaglutide menunjukkan bahwa sekitar 25–40 persen dari total berat yang hilang selama terapi GLP-1 berasal dari massa otot, bukan lemak. Artinya, jika seseorang turun 10 kilogram, bisa jadi 3–4 kilogram di antaranya adalah otot yang seharusnya dipertahankan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikenal sebagai sarcopenic obesity — kombinasi massa lemak tinggi dan massa otot rendah — yang justru memperburuk kondisi metabolik pasien.
Dokter dan peneliti sudah lama tahu soal ini. Masalahnya, cara memantau komposisi tubuh selama ini mahal dan tidak praktis. Pemindaian DEXA (Dual-Energy X-ray Absorptiometry) adalah standar emas, tapi tidak bisa dilakukan setiap hari di rumah.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.