Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Asean Jajaki Kerja Sama Teknologi AI dan Hijau dengan Greater Bay Area

Asean Jajaki Kerja Sama Teknologi AI dan Hijau dengan Greater Bay Area
Foto: Brett Sayles/Pexels

JAKARTA — Negara-negara Asia Tenggara kini mulai melirik potensi kolaborasi teknologi yang lebih dalam dengan kawasan ekonomi Greater Bay Area (GBA) di Tiongkok. Fokus utama dari inisiatif ini mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta inovasi teknologi ramah lingkungan yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru bagi kedua wilayah. Integrasi ini menjadi krusial karena GBA, yang menyatukan Hong Kong, Macau, dan sembilan kota di Tiongkok daratan, merupakan salah satu mesin inovasi paling dinamis di dunia saat ini.

Dalam KTT GBA-Asean, para pemimpin industri dan pejabat pemerintah menekankan bahwa penggabungan kekuatan ini adalah langkah strategis. GBA bukan sekadar pusat manufaktur, melainkan klaster teknologi tinggi yang melahirkan banyak perusahaan rintisan bernilai miliaran dolar. Bagi kawasan Asia Tenggara, bermitra dengan entitas ini membuka jalan pintas untuk melakukan lompatan digital yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses riset serta infrastruktur tingkat lanjut.

Pintu Masuk Melalui Qianhai

Salah satu poin penting dalam pembicaraan tersebut adalah peran Qianhai sebagai zona ekonomi khusus yang dinamis. Gary Wong Chi-him, pakar penghubung untuk Otoritas Qianhai, menyebut kawasan ini sebagai “zona khusus di dalam zona khusus”. Ia optimistis Qianhai dapat menjadi pintu gerbang bagi perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara yang ingin mengakses keahlian teknologi tinggi di GBA dengan regulasi yang lebih fleksibel.

Bagi pelaku bisnis di kawasan kita, ini merupakan kesempatan emas untuk merambah ekosistem inovasi yang jauh lebih matang. Kerja sama ini tidak hanya berhenti pada urusan modal atau suntikan dana investasi. Lebih jauh, ada proses transfer pengetahuan terkait standarisasi digital serta alur data yang terbuka antarnegara. Ketika standar teknis selaras, biaya operasional bagi perusahaan rintisan maupun korporasi besar di Asia Tenggara bisa terpangkas secara signifikan.

Akselerasi Infrastruktur AI dan Data

Mengapa integrasi ini begitu mendesak? Pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara membutuhkan akselerasi infrastruktur AI yang lebih cepat. Banyak negara di kawasan ini, termasuk Indonesia, sedang berupaya melakukan transformasi digital secara menyeluruh. Namun, tantangan utama sering kali terletak pada minimnya standar teknis yang seragam untuk mengelola data dalam volume besar.

Konektivitas digital yang terbangun dengan GBA akan memungkinkan pertukaran data yang lebih efisien. Bayangkan, riset AI yang dikembangkan di Shenzhen bisa diadaptasi untuk optimasi logistik di Jakarta dengan jauh lebih mudah jika protokol data yang digunakan seragam. Ini adalah penghematan waktu yang sangat besar. Sinergi ini juga membuka peluang bagi talenta teknologi lokal untuk masuk ke jejaring profesional yang lebih luas di tingkat global.

Teknologi Hijau sebagai Prioritas

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda