Rabu, 1 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Galaxy S26 Ultra: Fitur Galaxy AI Mana yang Lolos Uji 4 Bulan?

Tampilan layar Galaxy S26 Ultra yang menunjukkan fitur Galaxy AI
Setelah 4 bulan pakai Galaxy S26 Ultra, fitur Galaxy AI mana yang benar-benar berguna?. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Menggunakan ponsel flagship seperti Galaxy S26 Ultra bukan hanya soal spesifikasi kamera atau kecepatan prosesor. Sejak diluncurkan pada Maret 2026, janji utama Samsung terletak pada integrasi Galaxy AI generasi ketiga yang diklaim mampu bekerja proaktif. Setelah empat bulan menjadikannya perangkat harian untuk kebutuhan editorial dan mobilitas, pertanyaan mendasarnya adalah: fitur mana yang benar-benar mengubah cara kerja, dan mana yang sekadar gimik?

Galaxy S26 Ultra hadir dengan beban ekspektasi tinggi. Pasaran ponsel kelas atas kini tidak lagi sekadar beradu skor benchmark, melainkan sejauh mana perangkat bisa meringankan beban kognitif pemiliknya. Saat ponsel mampu memprediksi langkah pengguna, interaksi manusia dengan mesin berubah drastis. Inilah pergeseran dari “alat pasif” menjadi “mitra aktif”.

Now Nudge: Sang Asisten di Balik Keyboard

Dari semua deretan fitur AI yang ditawarkan, *Now Nudge* menjadi elemen yang paling terasa dampaknya dalam rutinitas harian. Fitur berbasis *intent* ini bekerja memanfaatkan NPU *on-device* untuk membaca konteks layar secara *real-time*. Alih-alih harus berpindah aplikasi untuk menyalin alamat atau membuka kalender, ponsel ini secara cerdas memunculkan pintasan tepat di atas keyboard.

Ada dua skenario penggunaan yang paling sering membantu. Pertama, *Action Nudge* yang mendeteksi alamat dalam percakapan dan langsung menawarkan navigasi ke Google Maps. Kedua, *Autofill Nudge*. Fitur ini sangat krusial saat mengisi formulir digital atau registrasi acara. Cukup satu kali pindai, data seperti nama, email, hingga nomor identitas bisa terisi otomatis.

Namun, ada catatan kecil; sistem ini butuh waktu adaptasi sekitar dua hari untuk mempelajari pola pengguna. Sayangnya, fitur ini belum mendukung Bahasa Indonesia hingga Juni 2026. Ini adalah kendala nyata bagi pengguna lokal yang mengharapkan otomatisasi penuh dalam bahasa ibu. Meski begitu, bagi mereka yang sering berurusan dengan korespondensi internasional, *Now Nudge* tetap menjadi efisiensi yang sulit ditinggalkan.

Evolusi Circle to Search dan Agentic AI

Samsung membawa *Circle to Search 3.0* dengan peningkatan signifikan pada kemampuan pengenalan multi-objek. Bagi jurnalis, fitur ini sangat membantu saat melakukan riset visual cepat di lokasi acara tanpa harus membuka aplikasi pencarian terpisah. Cukup lingkari objek, informasi muncul seketika.

Di sisi lain, terdapat *Automated App Action* atau yang sering disebut sebagai *Agentic AI*. Samsung mengizinkan pengguna untuk memerintahkan ponsel melakukan tugas lintas aplikasi, misalnya mencari jalur tercepat dan langsung membukanya di Google Maps hanya dengan satu perintah suara melalui tombol *power*. Meskipun terasa sangat ambisius, fitur ini masih berada dalam tahap pengembangan. Untuk perintah yang kompleks, instruksi pengguna harus sangat spesifik agar AI tidak tersesat dalam alur aplikasi.

Menurut pengamat teknologi dari lembaga riset digital, efektivitas *Agentic AI* sangat bergantung pada kualitas data *training* yang diberikan. “Kita sedang berada di tahap awal transisi di mana ponsel bukan lagi sekadar pelaksana perintah, melainkan penafsir maksud. Kesenjangan antara niat pengguna dan eksekusi AI akan terus menipis seiring waktu,” ujar pengamat tersebut.

Photo Assist: Senjata Baru Kreator Konten

Berbeda dengan fitur lainnya, *Galaxy AI Photo Assist* pada Galaxy S26 Ultra justru terasa jauh lebih matang. Samsung mengubah pendekatan teknis pengeditan foto menjadi instruksi bahasa natural. Yang membuatnya unggul, fitur ini sudah mendukung 41 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Bagi kreator konten, ini adalah pengubah permainan. Proses suntingan yang dulunya memerlukan banyak menu teknis kini bisa dilakukan dengan perintah suara atau teks singkat. Anda ingin menghapus objek yang mengganggu di latar belakang? Cukup perintahkan AI untuk melakukannya. Meski hasil akhirnya cukup impresif, tetap ada kebutuhan untuk memeriksa detail kecil, seperti tekstur pakaian atau keaslian latar belakang, untuk memastikan kualitas visual tetap prima sebelum diunggah.

Dampak Produktivitas bagi Pengguna Profesional

Selama pengujian empat bulan, terlihat jelas pergeseran gaya kerja. Fitur-fitur ini tidak mencoba menggantikan peran pengguna, melainkan menghapus gesekan teknis yang menjemukan. Waktu yang biasanya terbuang untuk proses *copy-paste* atau navigasi menu manual kini dialihkan untuk kegiatan yang lebih produktif.

Fleksibilitas Galaxy S26 Ultra sebagai pendamping kerja sangat nyata di lapangan. Ponsel ini mampu menangani beban kerja berat saat bepergian, memberikan kepastian bahwa data tersinkronisasi dengan aman berkat pemrosesan *on-device*. Inilah masa depan perangkat seluler: lebih pintar, lebih personal, dan tentu saja, lebih cepat.

Kesimpulan Pengalaman Pengguna

Setelah empat bulan penggunaan intensif, pola penggunaan AI mulai terlihat jelas. Pengguna yang sangat mengandalkan multitasking akan merasa terbantu oleh kombinasi *Now Nudge*, *Circle to Search*, dan *Photo Assist*. Ketiganya secara konsisten memangkas langkah-langkah repetitif yang sering ditemui saat bekerja.

Galaxy S26 Ultra bukan sekadar ponsel pintar dengan embel-embel AI. Ia adalah asisten digital yang perlahan belajar memahami kebutuhan penggunanya. Meski beberapa fitur seperti *Automated App Action* masih membutuhkan integrasi ekosistem yang lebih luas agar bisa diandalkan sepenuhnya, fondasi AI yang dibangun Samsung sudah berada di jalur yang tepat untuk produktivitas profesional. Ke depan, kita menantikan bagaimana integrasi AI akan semakin “tidak terlihat” namun justru semakin terasa manfaatnya dalam setiap ketukan layar.

***

**Ringkasan Cepat:**

* **Fitur Paling Berguna:** *Now Nudge* untuk otomatisasi pengisian formulir dan navigasi praktis.
* **Terbaik untuk Kreator:** *Photo Assist* karena dukungan Bahasa Indonesia yang natural dan akurat.
* **Catatan Penting:** *Agentic AI* masih membutuhkan instruksi yang sangat spesifik untuk tugas-tugas lintas aplikasi yang kompleks.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda