Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Zohran Mamdani Tak Bisa Jadi Presiden AS, Ini Alasannya

Zohran Mamdani Tak Bisa Jadi Presiden AS, Ini Alasannya
Zohran Mamdani menolak perubahan Konstitusi AS. (Ilustrasi: AI)

Artinya, sekalipun seseorang sangat populer dan punya rekam jejak panjang, ia tetap tidak bisa mencalonkan diri bila tidak lahir sebagai warga negara AS. Di atas kertas, aturan ini sederhana. Di praktik politik, efeknya sangat besar. Jalur menuju puncak kekuasaan hanya terbuka untuk kelompok yang sangat spesifik.

Zohran Mamdani sendiri kini lebih dikenal sebagai tokoh yang mengguncang peta politik New York. Namanya mencuat seiring dukungan terhadap kandidat-kandidat sehaluan yang belakangan disebut berhasil mengalahkan dua anggota Kongres petahana. Dinamika itu membuat posisinya diperhitungkan, setidaknya di level lokal dan negara bagian.

Namun, justru di situlah batasnya. Ia bisa menjadi pemain penting dalam politik kota, mendorong agenda tertentu, atau membangun basis pemilih yang loyal. Tapi untuk jabatan presiden, Konstitusi AS bicara lain.

Sekaligus, pernyataan Mamdani menutup ruang spekulasi yang sempat muncul di kalangan pendukungnya. Ia tidak meminta pengecualian, tidak mendorong amandemen, dan tidak menempatkan dirinya di atas aturan dasar negara.

Itu pesan yang keras. Juga jernih.

Di tengah politik Amerika yang makin ramai oleh figur-figur baru, perdebatan soal syarat presiden kerap muncul lagi. Kasus Mamdani memberi contoh konkret bahwa popularitas saja tidak cukup. Konstitusi masih jadi pagar utama.

“Saya pikir Konstitusi terlihat bagus seperti apa adanya,” kata Zohran Mamdani, seperti dikutip dari laporan Times of India. Pernyataan itu menjadi penegasan paling jelas bahwa ia paham batas politiknya sendiri.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda