Rabu, 19 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

7 Cerita Unik Piala Dunia 2026 Diluar Lapangan Viral

7 Cerita Unik Piala Dunia 2026 Diluar Lapangan Viral
Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak hanya menyajikan persaingan sengit demi memperebutkan trofi emas di lapangan hijau. Credit: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM –Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tidak hanya menyajikan persaingan sengit demi memperebutkan trofi emas di lapangan hijau. Di luar arena pertandingan, kompetisi sepak bola terbesar di bumi ini melahirkan berbagai kisah unik dan tidak biasa yang mendadak viral di media sosial.

Dampak dari berbagai peristiwa ini langsung memicu perhatian global, mulai dari urusan diplomatik imigrasi, rekor persaudaraan lintas negara, hingga demam suvenir gratis yang melanda ratusan ribu suporter di negara tuan rumah.

Fenomena Saudara Kandung Beda Negara dan Gelang Viral

Piala Dunia 2026 mencatatkan rekor baru dalam sejarah sepak bola dengan kehadiran tujuh pasang saudara kandung yang tampil di putaran final. Menariknya, empat pasangan di antaranya justru memilih untuk membela tim nasional yang berbeda.

Sebut saja duel saudara antara Desire Doue yang memperkuat tim nasional Prancis, sementara sang kakak, Guela Doue, memilih membela Pantai Gading yang merupakan negara asal ayah mereka. Selain itu, ada pula Brian Brobbey yang berseragam Belanda, sedangkan saudaranya, Derrick Luckassen, mantap memilih Ghana meskipun ia sempat memperkuat tim junior Belanda di kelompok umur.

Di sektor suporter, tren ikonik turnamen kali ini bergeser dari terompet vuvuzela ke aksesori tangan. Cerita unik Piala Dunia 2026 yang paling menyita perhatian adalah antrean mengular demi mendapatkan gelang pesona gratis bernama “Fan Bands” keluaran Bank of America.

Lebih dari 700 ribu penggemar rela mengantre hingga dua jam untuk mendapatkan gelang gratis tersebut. Pihak sponsor menerapkan strategi pemasaran yang sangat halus dengan menyamarkan logo mereka menjadi bentuk manik bendera Amerika Serikat yang estetik.

Drama Imigrasi, Sarang Ular, hingga Lapangan Tarkam

Persiapan teknis sejumlah tim nasional juga diwarnai kejadian kurang menyenangkan di lokasi latihan mereka masing-masing.

Tim nasional Swiss sempat melayangkan komplain resmi melalui media sosial setelah mengetahui bahwa area sekitar tempat latihan mereka berada sangat dekat dengan sarang ular liar. Situasi ini dinilai membahayakan keselamatan para pemain selama menjalani sesi latihan taktis.

Antrean Gelang Fan Bands (700rb+)
Populasi Cape Verde (524rb)
Pengikut IG Kiper Vozinha (15jt)

Sementara itu, kendala administratif menimpa rombongan tim nasional Irak saat mendarat di Amerika Serikat. Beberapa pemain pilar seperti Aymen Hussein, Zidane Iqbal, dan Youssef Amyn harus tertahan di bagian imigrasi bandara selama tujuh jam untuk menjalani pemeriksaan keamanan ketat setelah menempuh penerbangan panjang selama belasan jam.

Di Meksiko, tim nasional Jepang harus menerima kenyataan berlatih di lapangan dengan fasilitas minim yang kondisinya menyerupai lapangan antarkampung atau tarkam. Meski demikian, para pemain tetap menunjukkan sikap profesional yang tinggi selama masa persiapan.

Kejutan Cape Verde dan Demam Sepak Bola di Indonesia

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda