JAKARTA — Dominasi teknologi kecerdasan buatan atau AI kini menemui babak baru yang cukup mengejutkan.
CEO OpenAI, Sam Altman, dilaporkan tengah menjajaki komunikasi intensif dengan pemerintah Amerika Serikat untuk menyelaraskan arah pengembangan teknologi mereka dengan kebijakan politik yang berlaku.
Langkah strategis ini mencakup usulan pemberian lima persen saham OpenAI kepada pemerintah sebagai bentuk pembagian keuntungan dari pesatnya kemajuan AI. Upaya ini menandai pergeseran fundamental dalam hubungan antara raksasa teknologi dan negara.
Selama ini, Silicon Valley cenderung menjaga jarak dengan birokrasi Washington. Namun, dengan semakin besarnya kekuatan AI dalam mengubah lanskap ekonomi dan keamanan nasional, jarak tersebut kini menyempit drastis.
Altman tampaknya sadar bahwa untuk memenangkan perlombaan inovasi, restu politik adalah mata uang yang sama berharganya dengan modal ventura. Laporan dari *Financial Times* menyebutkan bahwa inisiatif ini tidak hanya menyasar OpenAI.
Altman berharap perusahaan raksasa lain seperti Google, Meta, Anthropic, hingga xAI turut berpartisipasi dalam model bagi hasil serupa.
Harapannya, kepemilikan pemerintah dalam perusahaan-perusahaan teknologi ini dapat menjadi jembatan untuk meredam kekhawatiran regulasi yang selama ini menghambat inovasi di sektor tersebut.
Menakar Nilai Strategis Kepemilikan Saham AI
Langkah Altman dinilai sebagai upaya cerdik untuk melancarkan jalan OpenAI di tengah pengawasan ketat. Belakangan ini, beberapa perusahaan AI menghadapi hambatan besar saat hendak merilis model terbaru mereka.
Anthropic, misalnya, sempat dipaksa menghentikan akses ke model keamanan siber Mythos dan Fable oleh pemerintahan Trump. Hal serupa dialami OpenAI yang harus membatasi pratinjau model GPT-5.6 hanya bagi mitra yang disetujui pemerintah. Perusahaan berada di posisi sulit.
Mereka ingin terus melaju, namun regulasi seringkali bertindak sebagai rem yang tak terduga. Dengan menawarkan “kursi” bagi pemerintah di dalam perusahaan, OpenAI mencoba mengubah paradigma dari “mengatur dari luar” menjadi “menjadi bagian dari ekosistem”.
Ini adalah diplomasi tingkat tinggi yang jarang terjadi di dunia korporasi teknologi. Secara ekonomi, angka di balik usulan ini terbilang fantastis.
Berdasarkan valuasi OpenAI di kisaran 852 miliar dolar AS pada putaran pendanaan Maret lalu, nilai lima persen saham tersebut setara dengan kurang lebih 42,6 miliar dolar AS.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.