NEW YORK — larangan ekspor AI ke pengguna asing untuk model terbaru Anthropic memicu perdebatan baru di Washington, setelah perusahaan itu dinilai terlalu keras berkampanye soal risiko kecerdasan buatan. Financial Times melaporkan, kritik terhadap Anthropic menguat karena peringatan yang mereka lontarkan justru ikut menyeret pembatasan akses ke model Mythos dan Fable.
Dalam analisis atas pernyataan resmi, unggahan media sosial, dan tulisan Anthropic maupun bosnya, Dario Amodei, FT menemukan pola yang berbeda tajam dibanding OpenAI. Di sepanjang 2026, setiap 1.000 kata dari komunikasi Anthropic memuat sekitar lima kata terkait risiko, regulasi, atau pembatasan. OpenAI dan Sam Altman hanya 0,6 kata per 1.000 kata.
Bahasa hati-hati Anthropic kini jadi bumerang
Angka itu terdengar kecil. Tapi dalam komunikasi perusahaan teknologi, pilihan kata sering punya efek besar. Anthropic selama ini menempatkan diri sebagai suara yang paling waspada di industri AI, sering mengangkat topik bahaya, pengawasan, dan perlunya campur tangan pemerintah. Di satu sisi, strategi itu membangun citra perusahaan yang serius soal keselamatan. Di sisi lain, nada seperti itu kini dipakai lawan-lawan politik untuk menuding Anthropic ikut membuka jalan bagi pembatasan.
Situasi itu memanas setelah Washington pekan lalu melarang warga negara asing memakai model terbaru Anthropic, Mythos dan Fable. Sejumlah teknolog menilai keputusan itu berkaitan langsung dengan peringatan berulang Anthropic soal risiko AI bagi masyarakat, khususnya dalam kaitannya dengan Mythos. Yann LeCun, mantan ilmuwan utama AI Meta, bahkan menyebut peringatan Dario Amodei sebagai “fear-mongering” yang berlebihan, lalu menambahkan, “One reaps what one sows.”
Pernyataan seperti itu bukan sekadar silang pendapat antarpakar. Bagi pelaku industri, ia bisa berubah menjadi sinyal ke regulator, investor, dan mitra pemerintah. Begitu sinyal itu terbaca sebagai ancaman keamanan, pintu akses bisa menutup cepat. Sangat cepat.
Data FT menunjukkan Anthropic lebih sering bicara soal risiko
FT menyusun daftar kata seperti “harmful”, “dangerous”, dan “misaligned”, lalu menghitung frekuensinya dalam pernyataan publik dua perusahaan. Hasilnya, kata “risk” muncul 336 kali dalam komunikasi Anthropic pada 2026. “Safeguard” muncul 121 kali, sedangkan “vulnerability” 128 kali. Di OpenAI, tiga kata itu hanya muncul 30 kali, 33 kali, dan 10 kali.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.