JAKARTA — Robotaxi Uber akan hadir di Houston, Amerika Serikat, pada pertengahan 2027, dan rencana ini memberi gambaran jelas: layanan transportasi online sedang bergerak menuju fase baru tanpa sopir manusia di balik kemudi. Bagi pengemudi taksi online, perusahaan aplikasi, sampai pengguna harian, perubahan ini bukan sekadar urusan mobil canggih.
Uber menyiapkan layanan robotaxi premium itu bersama produsen kendaraan listrik Lucid dan perusahaan teknologi kendaraan otonom Nuro. Houston dipilih sebagai pasar kedua dalam kerja sama tiga perusahaan tersebut, setelah San Francisco yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.
Dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026), Uber menyatakan fokus awal program ini berada di San Francisco dan Houston. Setelah dua kota itu, perusahaan menargetkan perluasan ke puluhan kota dalam beberapa tahun mendatang.
Nama Uber punya jejak khusus di Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat itu pernah menjadi pelopor layanan transportasi berbasis aplikasi di banyak negara, termasuk Indonesia, sebelum akhirnya hengkang dari Asia Tenggara setelah menjual bisnisnya kepada Grab. Kini, Uber mencoba masuk lebih jauh ke babak berikutnya: armada transportasi online yang dikendalikan sistem otonom.
Robotaxi Uber dan arah baru transportasi online
Rencana robotaxi Uber penting karena model bisnis transportasi online selama ini bertumpu pada dua hal: aplikasi dan jaringan pengemudi. Aplikasi mengatur permintaan, tarif, rute, serta pembayaran. Pengemudi menjalankan perjalanan di jalan raya.
Robotaxi menggeser susunan itu. Mobil tidak lagi hanya menjadi kendaraan milik mitra pengemudi, melainkan bagian dari armada yang dimiliki atau dioperasikan perusahaan. Dalam kerja sama ini, Uber akan menjadi pemilik sekaligus operator armada robotaxi.
Artinya, Uber tidak hanya menyediakan aplikasi pemesanan. Perusahaan juga mengurus kendaraan, pengalaman penumpang di dalam kabin, hingga cara pengguna berinteraksi dengan mobil selama perjalanan. Dari membuka pintu, memastikan tujuan, sampai penanganan bila ada masalah di tengah jalan.
Di Houston, Uber juga mulai membangun fondasi fisik untuk layanan itu. Perusahaan telah memiliki depot seluas 50.000 kaki persegi serta fasilitas pengisian daya khusus yang akan menjadi pusat operasional robotaxi. Bukan cuma aplikasi di ponsel. Ada garasi besar, pengisian baterai, pemeriksaan kendaraan, dan sistem pemantauan armada.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.