JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi merombak jajaran pimpinan tinggi Badan Gizi Nasional dengan melantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala lembaga baru tersebut. Pelantikan ini dilakukan langsung di Istana Negara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M/2026 untuk menggantikan Dadan Hindayana yang resmi dicopot dari jabatannya.
Langkah cepat ini diambil untuk menyelamatkan keberlangsungan program strategis nasional di tengah situasi kritis. Pergantian kepemimpinan ini berdampak langsung pada arah kebijakan operasional program Makan Bergizi Gratis yang kini berfokus pada audit total dan pembenahan tata kelola distribusi.
Profil Nanik Sudaryati Deyang dan Susunan Pimpinan Baru
Sebelum ditunjuk menjadi orang nomor satu di Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang Komunikasi Publik dan Investigasi sepanjang periode 2025 hingga 2026. Berbekal pengalaman mendalam pada fungsi pengawasan internal tersebut, ia dinilai paham betul letak celah administratif yang perlu segera dibenahi.
Dalam menjalankan tugas barunya, Nanik akan didampingi oleh dua sosok wakil kepala guna memperkuat aspek pengawasan dan operasional di lapangan. Berikut adalah profil singkat kepemimpinan baru di lembaga tersebut:
| Posisi | Nama Pejabat | Latar Belakang / Keterangan |
|---|---|---|
| Kepala | Nanik Sudaryati Deyang | Dilantik 8 Juni 2026 melalui Keppres 18/M/2026 |
| Wakil Kepala I | Agustina Arumsari | Fokus penguatan manajemen dan akuntabilitas keuangan |
| Wakil Kepala II | Mayjen TNI Trenggono | Fokus jalur logistik dan ketahanan pangan nasional |
Selepas prosesi pelantikan, Nanik menegaskan bahwa jabatan baru ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang sangat berat. Prioritas utamanya kini adalah mengoptimalkan jalannya program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran demi perbaikan gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong roda ekonomi masyarakat kelas bawah.
Alasan Pencopotan Dadan Hindayana
Pemberhentian Dadan Hindayana yang telah menjabat sejak 19 Agustus 2024 ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Keputusan tegas tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan mendalam dari jajaran kepresidenan.
Setidaknya ada tiga alasan utama yang mendasari keputusan pencopotan tersebut:
- Evaluasi Kinerja 1,5 Tahun: Presiden memantau ketat efektivitas jalannya program utama sejak lembaga ini pertama kali didirikan.
- Penguatan Tata Kelola: Adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral serta memperketat akuntabilitas birokrasi internal.
- Kasus Hukum: Mantan kepala lembaga, Dadan Hindayana, ditangkap oleh Kejaksaan Agung atas dugaan kasus korupsi terkait pelaksanaan proyek Makan Bergizi Gratis.
Meski berakhir dengan proses hukum, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi atas kinerja serta dedikasi Dadan Hindayana dalam merintis dan meletakkan fondasi awal berdirinya Badan Gizi Nasional di masa transisi pemerintahan.
Gebrakan 100 Hari Pertama Kepala Baru
Langkah awal yang diambil Nanik Sudaryati Deyang terbilang berani dengan langsung menetapkan kebijakan moratorium pembangunan dapur komunal baru. Kebijakan ini diambil setelah melihat data persebaran infrastruktur yang dinilai kurang merata.
Saat ini tercatat ada 27.877 titik dapur yang sudah operasional, namun konsentrasinya menumpuk di wilayah Pulau Jawa. Moratorium dilakukan agar tim dapat melakukan evaluasi mendalam serta pemetaan ulang kebutuhan riil di berbagai wilayah luar Jawa yang belum terjangkau secara maksimal.
Selain moratorium, pembenahan sistem distribusi menjadi target utama guna memastikan tidak ada lagi penumpukan pasokan makanan. Sistem akuntabilitas baru akan diterapkan agar anggaran jumbo sebesar Rp71 triliun yang dialokasikan sejak pembentukan lembaga lewat Perpres 83/2024 ini dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada publik.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa program nasional ini berjalan transparan, akuntabel, dan secara nyata mampu menurunkan angka stunting di daerah-daerah prioritas,” tegas Nanik Sudaryati Deyang saat memberikan keterangan pers pertamanya.
FAQ
Q: Siapa Kepala Badan Gizi Nasional sekarang?
A: Nanik Sudaryati Deyang menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional baru sejak dilantik pada 8 Juni 2026 menggantikan posisi Dadan Hindayana.
Q: Kenapa Dadan Hindayana dicopot?
A: Pencopotan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja 1,5 tahun program berjalan serta adanya tindakan hukum oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi proyek makan bergizi.
Q: Gebrakan pertama Nanik Deyang apa?
A: Melakukan moratorium pembangunan dapur baru guna mengevaluasi efektivitas dan persebaran 27.877 dapur yang sudah operasional saat ini.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.