Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga Minyak Hari Ini: Brent Dekati US$70 saat Risiko Hormuz Mereda

Harga Minyak Hari Ini
Foto: Ojas Narappanawar/Pexels

JAKARTA — Harga minyak hari ini melemah pada perdagangan Kamis, setelah Qatar mengatakan Amerika Serikat dan Iran membuat “kemajuan positif” dalam pembicaraan tidak langsung di Doha. Brent turun ke US$70,60 per barel, sementara West Texas Intermediate terkoreksi ke US$67,55.

Pergerakan ini penting. Pasar komoditas kembali menghitung ulang premi risiko perang dan gangguan pasokan dari Timur Tengah. Begitu peluang diplomasi terlihat lebih hidup, harga minyak langsung kehilangan sebagian dorongan yang sebelumnya datang dari kekhawatiran atas Selat Hormuz.

Brent dan WTI sama-sama tertekan

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman September turun 1,4 persen. Arah harian itu menempatkan acuan global tersebut di jalur penurunan sesi ketiga berturut-turut, sekaligus menuju kerugian mingguan keempat secara beruntun. Jika itu terjadi, ini akan menjadi rangkaian pelemahan mingguan pertama dalam hampir dua tahun.

WTI juga ikut turun 1,5 persen. Kontrak pengiriman Agustus itu berada di jalur penurunan mingguan keempat berturut-turut, sesuatu yang terakhir terjadi pada awal Maret tahun lalu. Bagi pelaku pasar, pola ini menegaskan bahwa perhatian bukan lagi hanya pada suplai fisik, melainkan pada seberapa besar risiko geopolitik benar-benar mengganggu arus minyak.

Data yang dirilis pelaku pasar menunjukkan Brent sempat terkoreksi cukup dalam hingga menekan performanya ke kuartal terburuk sejak awal 2020. Itu mengisyaratkan satu hal sederhana: pasar sedang sensitif terhadap setiap kabar dari Teluk Persia. Sedikit kabar baik langsung menekan harga. Sedikit kabar buruk bisa memicu lonjakan cepat.

Doha memberi sinyal mereda

Juru bicara kementerian luar negeri Qatar menyebut mediator dari Qatar dan Pakistan menuntaskan pertemuan terpisah dengan negosiator Amerika Serikat dan Iran di Doha pada Rabu. Dalam unggahan di media sosial, ia mengatakan ada “kemajuan positif” pada isu-isu yang terkait memorandum of understanding.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga memberi nada serupa saat berbicara kepada wartawan pada Rabu. “Mereka punya pertemuan yang sangat baik dan kita lihat nanti,” kata Trump. Pernyataan itu, meski singkat, cukup untuk menambah keyakinan pasar bahwa jalur diplomasi masih berjalan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda