Jumat, 28 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Rupiah Makin Loyo ke Rp17.965 per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Makin Loyo ke Rp17.965 per Dolar AS Pagi Ini
Wikimedia Commons

JAKARTA — Rupiah makin loyo ke Rp17.965 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 1 Juli 2026 pagi, setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia. Pasar juga menahan napas menunggu rilis inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang keluar siang ini.

Level itu turun 58 poin atau 0,32 persen dari posisi sebelumnya. Bagi pelaku pasar, angka ini bukan sekadar catatan harian. Ini sinyal bahwa awal kuartal kedua dibuka dengan tekanan yang datang dari luar dan belum banyak penyangga dari dalam negeri.

Rupiah makin loyo saat dolar AS menguat

Pergerakan rupiah pagi ini sejalan dengan sentimen regional. Yuan China turun 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,13 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,43 persen, yen Jepang turun 0,08 persen, won Korea Selatan melemah 0,63 persen, ringgit Malaysia turun 0,09 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen terhadap dolar AS.

Tekanan juga terasa pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa turun 0,16 persen, poundsterling Inggris melemah 0,17 persen, dolar Australia terkoreksi 0,17 persen, dolar Kanada turun 0,16 persen, dan franc Swiss melemah 0,10 persen. Pasar jelas sedang mencari keamanan. Dolar AS menang duluan.

Menurut analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong, penguatan dolar AS muncul setelah data lowongan pekerjaan Amerika Serikat atau JOLTS tercatat lebih baik dari perkiraan. Data tenaga kerja yang kuat sering dibaca pasar sebagai tanda ekonomi AS masih tahan banting, sehingga minat terhadap aset dolar kembali naik.

“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data lowongan pekerjaan AS (JOLTS) tercatat lebih kuat dari perkiraan,” kata Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Kalimatnya sederhana, tapi dampaknya besar. Ketika dolar menguat, mata uang negara berkembang biasanya lebih cepat goyah. Rupiah ikut masuk arus itu.

Data AS dan agenda domestik sama-sama menekan

Lukman menilai pelemahan rupiah belum akan lepas kendali. Pasar masih menunggu dua data penting dari Indonesia, yaitu inflasi dan neraca perdagangan, yang dirilis pada hari yang sama. Dua angka ini sering jadi bahan baca cepat untuk menilai apakah tekanan rupiah hanya dipicu faktor luar atau sudah mulai menyentuh fondasi domestik.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair