YOGYAKARTA — Gelak tawa dan aroma manis durian memenuhi Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu (4/7/2026). Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani hadir membawa 15 ribu buah durian Kelekak, bukan sekadar buah segar, melainkan tali penghubung bagi ribuan warga Bangka Belitung yang merantau jauh di Yogyakarta.
Program Silaturahmi Serumpun Sebalai dan Makan Durian Bersama itu mempertemukan mahasiswa, pekerja, dan keluarga dari kepulauan itu. Suasana sunyi rindu akan kampung halaman perlahan memudar saat mereka duduk bersama, bagian demi bagian durian habis, dan cerita-cerita panjang keluar tanpa henti.
Dua Puluh Ribu Buah Ditargetkan Tahun Depan
Dalam pidatonya, Gubernur Hidayat menekankan makna mendalam di balik kegiatan ini. Durian Kelekak bukan hanya hasil kebun masyarakat, tetapi simbol kekayaan alam Bangka Belitung sekaligus wujud kepedulian mereka yang masih di tanah air kepada saudara-saudara yang sedang menempuh pendidikan atau bekerja di perantauan.
“Nikmatnya durian Kelekak yang kita santap bersama hari ini adalah bukti kekayaan alam yang kita miliki, sekaligus simbol kebersamaan masyarakat Bangka Belitung. Semangat inilah yang harus terus kita jaga,” ujar Gubernur Hidayat Arsani dalam sambutannya.
Meski 15 ribu buah sudah disiapkan tahun ini, Pemprov Babel tidak puas. Antusiasme peserta yang membludak membuat Gubernur memutuskan meningkatkan target.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Tahun ini kita membawa sekitar 15 ribu buah durian. Insyaallah, tahun depan kita tingkatkan menjadi 30 ribu buah agar semakin banyak masyarakat Bangka Belitung di perantauan yang dapat berkumpul dan menikmati kebersamaan seperti hari ini,” katanya.
Bazar UMKM Jadi Ajang Bertemu Langsung
Selain menyantap durian, peserta juga mengunjungi bazar UMKM yang menghadirkan beragam kuliner dan produk khas Bangka Belitung. Warung-warung kecil ini menjadi ajang penting bagi pelaku usaha lokal bertemu langsung dengan ribuan calon pembeli dari komunitas mereka sendiri.
Seorang penjual kerupuk telah mempersiapkan stok khusus, tahu bahwa hari ini adalah momentum langka untuk menjangkau pasar sekaligus berbagi aroma kampung.
Di tengah keramaian, Gubernur Hidayat berkeliling dengan langkah santai. Ia menyapa peserta, mendengarkan cerita mahasiswa tentang kerinduan mereka, bertanya kepada pengusaha UMKM tentang tantangan bisnis mereka di Yogyakarta. Ajakan foto bersama selalu dikabulkan, dan sesaat kemudian wajah cerah peserta menjadi kenang-kenangan yang akan dibagikan ke grup chat keluarga di rumah.
Perekat Persaudaraan Lintas Rantau
Bagi Gubernur Hidayat, Program Serumpun Sebalai jauh lebih dari sekadar acara hiburan. Ini adalah ikhtiar menjaga ikatan kekeluargaan masyarakat Bangka Belitung di mana pun mereka berada. Sejauh apa pun warga merantau, pemerintah provinsi tetap hadir dan memastikan semangat Serumpun Sebalai menjadi perekat persaudaraan.
Konsep “Serumpun Sebalai” sendiri mengakar dalam budaya Melayu: satu pohon (serumpun) berarti satu keluarga besar. Meski tersebar di berbagai kota, warga Bangka Belitung tetap bagian dari pohon itu, terhubung oleh akar-akar yang sama.
Program ini juga menunjukkan bagaimana pemerintah daerah dapat memanfaatkan kearifan lokal dan produk unggulan untuk mempererat hubungan dengan diaspora. Strategi semacam ini tidak hanya memperkuat loyalitas warga kepada daerah asal, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
Menjelang sore, Jogja Expo Center perlahan sepi. Peserta pulang dengan perut kenyang, hati hangat, dan tas berisi produk UMKM Bangka Belitung. Sebagian besar durian telah habis, hanya cerita dan kenangan yang tertinggal—itulah yang paling berharga.
Tahun depan, ketika 30 ribu buah durian datang, jumlah peserta pasti akan bertambah lagi, membawa lebih banyak rindu, lebih banyak kebersamaan, dan lebih kuat lagi tali persatuan Serumpun Sebalai.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.