Sabtu, 4 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Jejak Peradaban Tiwanaku: Nenek Moyang Sebelum Imperium Inca

Jejak Peradaban Tiwanaku
Ilustrasi peradaban kuno Tiwanaku di Bolivia. (. (Ilustrasi: AI)

Kiprah Tiwanaku tidak terbatas pada ritual air. Temuan terbaru mengungkap reruntuhan kuil masif di wilayah pegunungan Bolivia, sekitar 215 kilometer dari situs utama Tiwanaku. Situs yang dikenal penduduk lokal sebagai Palaspata ini bukan sekadar bangunan megah.
Kuil tersebut terletak tepat di persimpangan tiga jalur perdagangan utama yang menghubungkan pusat pemukiman dengan sumber daya alam esensial. Hal ini memperjelas gambaran bahwa masyarakat Tiwanaku adalah operator logistik yang ulung. Mereka membangun pengaruh melalui kombinasi antara legitimasi religius dan kontrol terhadap jalur distribusi ekonomi.
Dominasi Tiwanaku, yang tercatat antara tahun 500 hingga 1100 Masehi, terbukti sebagai fondasi bagi kekaisaran-kekaisaran di Amerika Selatan setelahnya, termasuk Inca. Kemampuan mereka mengelola sumber daya di ketinggian yang ekstrem dan menyebarkan pengaruh budaya melalui jaringan perdagangan merupakan bukti kecanggihan peradaban kuno yang setara dengan peradaban besar di Mesopotamia atau Mesir.
Ke depan, para arkeolog berencana melanjutkan pemetaan bawah air di area Danau Titicaca lainnya. Harapannya, temuan-temuan baru akan terus muncul, terutama untuk menjawab bagaimana masyarakat ini akhirnya mengalami kemunduran sebelum digantikan oleh gelombang migrasi dan kekuatan baru di abad ke-12. Setiap artefak yang diangkat ke permukaan saat ini seolah berbicara tentang bagaimana nenek moyang bangsa Andes telah menuliskan sejarah mereka di dasar danau yang tenang.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda