JAKARTA — Meta kini berupaya keras memangkas jarak dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan (AI) global. Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut mengklaim model AI terbarunya sudah mulai mendekati kemampuan ChatGPT besutan OpenAI yang selama ini mendominasi pasar.
Persaingan teknologi makin panas. Meta menaruh harapan besar pada proyek tersembunyi mereka.
Informasi ini mencuat dari pernyataan Alexandr Wang, Kepala Meta Superintelligence Labs. Dalam pertemuan internal perusahaan, Wang mengungkapkan bahwa Meta tengah menggodok model dengan nama sandi Watermelon. Model ini digadang-gadang mampu mengejar kapabilitas model andalan OpenAI, yakni GPT-5.5. Menurut laporan *Business Insider*, pengembangan ini menjadi langkah krusial bagi Meta setelah merilis model sebelumnya yang dikenal internal sebagai Avocado atau Muse Spark pada April lalu.
Investasi Besar untuk Kejar Ketertinggalan
Meta selama ini dipandang tertinggal dibandingkan pemain besar lain seperti Google dan Anthropic. Meski telah mengucurkan dana jumbo untuk belanja chip, pembangunan pusat data, hingga perekrutan talenta terbaik, posisi Meta di jajaran depan industri AI sering kali dianggap belum cukup kuat.
Bagi raksasa teknologi, AI bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung bisnis masa depan. Zuckerberg menyadari betul bahwa tertinggal dalam inovasi kecerdasan buatan berarti kehilangan relevansi di mata pengguna dan investor.
Wang menjelaskan bahwa Watermelon dilatih dengan kapasitas komputasi yang jauh lebih masif ketimbang pendahulunya. Peningkatan daya komputasi ini diharapkan bisa mendongkrak performa secara signifikan. Fokus pengembangan kali ini menyasar kemampuan *coding* yang lebih cerdas serta peningkatan pada fungsi *agentic capabilities*, yang memungkinkan AI bekerja lebih mandiri untuk menyelesaikan tugas kompleks pengguna.
Saat ditanya mengenai persaingan dengan Claude Opus milik Anthropic di sektor pemrograman, Wang memberikan jawaban optimistis. Ia meyakini Meta akan mampu menghadirkan model yang sepadan dalam waktu dekat. Pengguna, katanya, pasti akan merasakan perbedaan performa yang signifikan. Optimisme ini bukan tanpa dasar, mengingat Meta memiliki akses ke ekosistem data yang sangat besar melalui platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.