Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Pemkot Madiun promosikan produk ekraf UMKM melalui Teras Kriya 2026

Pemkot Madiun promosikan produk ekraf UMKM melalui Teras Kriya 2026
Pemerintah Kota Madiun membuka akses pasar lebih luas bagi para pelaku usaha kecil melalui gelaran Teras Kriya 2026 sebagai motor penggerak ekonomi kreatif d…. Credit: JournalArta

MADIUN — Pemerintah Kota Madiun membuka akses pasar lebih luas bagi para pelaku usaha kecil melalui gelaran Teras Kriya 2026 sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil menengah (IKM) binaan daerah memamerkan produk unggulan mereka di Gedung Dekranasda selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026, dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Ajang Teras Kriya 2026 menjadi titik balik bagi perajin lokal untuk memvalidasi kualitas produk mereka langsung di hadapan publik. Pemerintah Kota Madiun tidak sekadar menyediakan stan pameran. Mereka membangun ekosistem di mana pelaku usaha bertemu dengan calon pembeli potensial, investor, hingga praktisi desain kemasan dalam satu atap. Bagi pelaku usaha, ini adalah momen krusial untuk mengukur respon pasar setelah melakukan pengembangan produk sepanjang semester pertama tahun ini.

Edukasi dan Standarisasi Produk Lokal

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Madiun, Ahsan Sri Hasto, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang seremonial tahunan. Ia menyebutnya sebagai laboratorium lapangan untuk edukasi, kolaborasi, dan peningkatan daya saing produk. Pasar domestik Indonesia yang sangat besar saat ini menuntut standarisasi yang lebih ketat, mulai dari keamanan pangan hingga estetika kemasan.
Tema ‘Kreativitas Tanpa Batas, Produk Lokal Berkualitas’ menuntut para perajin untuk berani keluar dari zona nyaman. Produk yang dipamerkan mencakup spektrum luas, mulai dari kriya kayu, fesyen batik dengan motif khas, aksesori berbahan daur ulang, hingga produk kuliner olahan yang telah mengantongi izin edar resmi.
“Kami ingin menyalakan semangat para pelaku usaha agar berani melakukan lompatan inovasi. Produk lokal kita harus bisa membuktikan diri bahwa kualitasnya sejajar dengan barang modern yang beredar di pasaran. Standarisasi produk, seperti sertifikasi halal atau izin edar, bukan lagi beban, melainkan aset untuk membangun kepercayaan konsumen,” ujar Ahsan di sela acara, Sabtu (4/7).
Tantangan bagi UMKM saat ini memang terletak pada konsistensi. Seringkali, pelaku usaha mampu menciptakan karya luar biasa, namun gagal dalam menjaga kontinuitas produksi atau kualitas kemasan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyisipkan sesi bimbingan teknis (bimtek) mengenai standar industri hijau dan efisiensi rantai pasok sebagai bagian dari rangkaian Teras Kriya 2026.

Sinergi UMKM dengan Sektor Pariwisata

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda