Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Trump Bercanda di Podcast Usha Vance untuk Anak-anak

Trump Bercanda di Podcast Usha Vance untuk Anak-anak
Donald Trump tampil di podcast Usha Vance untuk anak-anak dan menyelipkan banyak candaan saat membacakan buku bergambar di Gedung Putih, Jumat, 3 Juli 2026. Credit: JournalArta

WASHINGTON — Donald Trump tampil di podcast Usha Vance untuk anak-anak dan menyelipkan banyak candaan saat membacakan buku bergambar di Gedung Putih, Jumat, 3 Juli 2026. Dalam penampilan itu, presiden Amerika Serikat tersebut membaca buku anak-anak sambil menyinggung tubuhnya sendiri, mantan presiden, dan kebiasaannya menghabiskan waktu di rumah jabatan.

Aksi itu langsung menarik perhatian karena podcast yang dibawakan istri Wakil Presiden AS, Usha Vance, biasanya berisi bacaan yang ramah anak. Kali ini, suasananya justru lebih lepas. Trump beberapa kali keluar dari naskah, lalu menjadikan sesi membaca itu sebagai panggung komentar politik dan guyonan pribadi.

Trump baca buku, lalu melantur ke candaan

Episode podcast itu dipublikasikan secara daring pada Jumat. Menurut laporan The Hindu yang mengutip materi siaran tersebut, Trump merekam penampilan itu secara tertutup pada pertengahan Juni di Oval Office.

Di depan buku bergambar berjudul Presidents Play! dari White House Historical Association, Trump membaca isi buku yang menampilkan para presiden Amerika Serikat sedang berolahraga dan bermain di area Gedung Putih. Tapi alurnya tidak lurus.

Ia justru berhenti di beberapa bagian untuk mengomentari presiden masa lalu, menyebut Lyndon Johnson sebagai sosok yang keras, Ronald Reagan sebagai pribadi berkualitas, dan John F. Kennedy dalam nada penuh pujian.

“Saya tidak tahu apakah saya terlihat bagus dalam baju renang,” kata Trump, seperti dikutip dari siaran itu, saat ia bergurau tentang tampilan fisiknya di hadapan cerita anak-anak. Candaan itu mengundang sorotan karena datang di format yang semestinya ringan dan keluarga.

Pernyataan seperti itu bukan hal baru dari Trump. Namun, penampilannya di podcast anak-anak memberi warna berbeda. Santai, tapi tetap politis. Dan khas Trump.

Oval Office jadi latar yang penuh simbol

Trump juga memanfaatkan sesi itu untuk menyelipkan hal-hal yang sedang ia dorong di Gedung Putih. Dalam rekaman yang dibuat di Oval Office, terlihat dekorasi emas yang selama ini identik dengan sentuhan pribadinya. Ada pula boneka elang botak, tumpukan buku berukuran besar, dan globe dari balok Lego yang disiapkan untuk keperluan rekaman.

Detail visual itu penting. Bukan sekadar hiasan. Ia memperlihatkan bagaimana Trump ingin membangun citra Gedung Putih sebagai ruang yang tak kaku, meski dipakai untuk agenda resmi dan semi-resmi. Dalam episode yang sama, ia juga menyinggung bahwa dirinya lebih banyak membaca berita ketimbang buku hiburan. Bahkan, ia berkata sering membaca cerita tentang dirinya sendiri di surat kabar.

Sesi membaca ini juga muncul di saat Trump masih sibuk dengan urusan kepresidenan dan agenda publik menjelang Fourth of July. Dalam konteks seperti itu, penampilannya di podcast Usha Vance bukan cuma hiburan ringan. Ada pesan politik yang ikut menempel: Trump ingin tampil akrab, santai, dan tetap dominan di ruang publik.

Kenapa episode ini jadi penting

Podcast Usha Vance sendiri memberi panggung yang berbeda dari konferensi pers atau pidato resmi. Targetnya anak-anak dan keluarga. Maka, ketika Trump masuk ke format itu, perhatian publik otomatis bergeser: apakah ia akan menyesuaikan diri, atau tetap membawa gaya berbicara khasnya?

Jawabannya jelas. Ia tetap Trump. Bebas, spontan, dan penuh selingan komentar. Itulah yang membuat episode ini cepat dibicarakan, terutama karena materi bacaan anak-anak berubah menjadi ajang panggung untuk mengulang karakter politiknya yang sudah sangat dikenal publik Amerika.

Bagi Gedung Putih, penampilan seperti ini juga punya fungsi komunikasi. Trump tidak sedang berdebat soal kebijakan, tetapi ia tetap mengisi ruang informasi pada momentum menjelang hari libur nasional AS. Bagi audiens, terutama keluarga yang mengikuti podcast Usha Vance, episode ini memberi campuran unik antara cerita anak, humor, dan politik tingkat tinggi.

Belum ada tanda bahwa rekaman ini akan menjadi yang terakhir. Jika format podcast anak-anak itu berlanjut, publik tampaknya bakal melihat apakah Trump kembali tampil dengan gaya yang sama: membaca, menyelipkan komentar, lalu keluar jalur sebentar sebelum kembali ke halaman berikutnya.

Dan di situlah letak daya tariknya. Sederhana di permukaan, tapi sarat pesan di belakangnya.

Episode-episode berikutnya akan menunjukkan apakah format ramah keluarga ini bisa terus bertahan saat dipakai tokoh sebesar Trump, atau justru makin sering berubah jadi panggung politik yang dibungkus cerita anak-anak.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda