Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Persidangan Impeachment Duterte Dimulai, Karir Politik Sara Terancam

Persidangan Impeachment Duterte Dimulai, Karir Politik Sara Terancam
Foto: Thom Gonzalez/Pexels

MANILA — Persidangan impeachment Vice President Sara Duterte resmi dimulai hari ini dengan ribuan petugas kepolisian mengamankan gedung Senat. Sidang yang sangat berbeban politisnya ini bisa mengakhiri karir Sara dan mengubah dinamika pemilihan presidensial Filipina 2028.

Sara menghadapi empat artikel dakwaan: penyalahgunaan dana rahasia, harta yang tidak dapat dijelaskan, suap dan korupsi di departemen pendidikan, serta ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr., istri presiden, dan pembicara DPR.

Jika dinyatakan bersalah dengan suara dua per tiga dari 24 anggota Senat, dia akan dicopot sebagai wakil presiden dan dapat dilarang mencalonkan diri ke jabatan apa pun.

Keputusan ini langsung berdampak besar bagi Sara. Dia saat ini unggul di jajak pendapat untuk pemilihan presiden 2028. Sebuah konviksi akan menghancurkan rencana politiknya dan membuka peluang bagi kandidat lain.

Kronologi Pertarungan Dua Dinasti Besar

Sara dan Marcos Jr. adalah rival yang sebelumnya sekutu. Mereka sama-sama memenangkan pemilihan 2022 dengan suara gemilang—kombinasi kekuatan pemilih dari dua dinasti politik terbesar Filipina. Tapi persekutuan itu runtuh dengan cepat. Pada Juni 2024, Sara mengundurkan diri dari kabinet sebagai menteri pendidikan, meski tetap menjabat sebagai wakil presiden. Rekahannya dengan Marcos Jr. melebar.

Titik balik terjadi November 2024. Sara menggebrak dunia ketika mengungkapkan bahwa dia telah memesan seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Marcos Jr., istrinya, dan pembicara DPR—jika dia sendiri dibunuh. Pengakuan dramatis itu membuka jalan menuju impeachment.

DPR Filipina memvotis secara luar biasa banyak untuk mengimpeach Sara pada Mei tahun ini. Kini tanggung jawab jatuh ke Senat untuk menggelar persidangan yang diperkirakan berlangsung tiga bulan penuh.

Kekacauan di Senat Jelang Persidangan

Jalan menuju persidangan hari ini penuh dengan teater politik dan dramatis. Perjuangan kendali Senat sempat memuncak ketika Ronald ‘Bato’ dela Rosa, mantan kepala Kepolisian Nasional, keluar dari persembunyian untuk membantu meloloskan suara kritis yang menempatkan seorang loyalis Duterte sebagai presiden Senat.

Saat dela Rosa muncul di gedung Senat, Mahkamah Pidana Internasional melepaskan surat penangkapan terhadapnya atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Akibatnya terjadi pengejaran dramatis yang terekam CCTV—petugas federal mengejar dela Rosa di koridor-koridor Senat. Beberapa hari kemudian, tembakan senjata meletus di dalam gedung, menciptakan kepanikan.

Meski begitu, dela Rosa berhasil meloloskan diri. Sebulan lalu, senator-senator yang sejalan dengan Marcos Jr. berhasil merebut kembali kontrol Senat.

Ayah Sara Menanti Persidangan Kejahatan Kemanusiaan

Runtuhnya kekuasaan Sara terikat pada nasib ayahnya, Rodrigo Duterte. Mantan presiden kini berada di Den Haag menunggu persidangan atas tiga dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. ICC menuduh Rodrigo Duterte sebagai “co-perpetrator tidak langsung” dalam puluhan pembunuhan yang terjadi dalam konteks “perang melawan narkoba” selama dia menjadi presiden dan walikota Davao.

Kampanye narkoba Rodrigo meninggalkan ribuan jasad. Para penuduh mengatakan dia secara pribadi memerintahkan anggota skuad kematian untuk membunuh tersangka kriminal dan pengguna narkoba. Kasus ayah dan anak ini menunjukkan jatuhnya dinasti Duterte yang pernah begitu dominan di Filipina.

Pertahankan Fakta atau Dampak Terhadap Demokrasi?

Juru bicara tim penuntut DPR, Perwakilan Renee Co, menekankan taruhan persidangan ini. “Kasus ini bermakna penting bagi masa depan demokrasi kita,” kata Co dalam konferensi pers sebelum persidangan dimulai. “Untuk rekan-rekan muda Filipina, ini adalah sejarah kita.”

Namun pihak Sara tidak menerima. Saudara Sara, Paolo ‘Pulong’ Duterte yang juga anggota DPR, mengeluarkan pernyataan: “Rakyat Filipina berhak mendapat fakta, bukan rumor. Vice President Sara Duterte telah mengumumkan dirinya siap menghadapi tuduhan itu.”

Ribuan pendukung dan penentang Sara sudah diperkirakan akan menggeruduk Senat. Lebih dari enam ribu petugas kepolisian, termasuk pasukan anti-huru-hara, telah dikerahkan untuk menjaga keamanan gedung. Tegangan di Filipina meningkat menjelang sidang yang akan mengubah lanskap politik negara.

Bukti Pertama Akan Tentang Ancaman Pembunuhan

Saksi dari Biro Investigasi Nasional akan dipanggil memberikan keterangan terlebih dahulu. Persidangan diperkirakan akan mendengar terlebih dulu tentang ancaman pembunuhan yang Sara buat terhadap Marcos Jr.

Sara atau tim kuasa hukumnya harus hadir—meskipun dia boleh diwakili oleh pengacaranya. Seorang anggota DPR berharap Sara tidak akan “mengabaikan” rakyat Filipina dengan tidak muncul.

Beberapa senator yang sejalan dengan Duterte sudah sinyal akan memilih untuk membebaskan Sara. Dengan kebutuhan suara dua per tiga untuk konviksi, pertanyaan besar tersisa: akankah bukti cukup kuat untuk meyakinkan mayoritas terlampaui?

Persidangan ini akan menguji fondasi demokrasi Filipina dan menentukan apakah dinasti Duterte masih punya masa depan dalam politik negara.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda