Selasa, 7 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Saat Permainan Tradisional Jadi Cara Mengurangi Kecanduan Gadget Anak

Saat Permainan Tradisional Jadi Cara Mengurangi Kecanduan Gadget Anak
Achmad Irfandi, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2021, dari Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dok. SIA

Keberhasilan Irfandi dalam mengintegrasikan nilai pendidikan dan ekonomi ini berbuah manis. Pada 2021, ia meraih apresiasi dalam ajang Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Indonesia Awards kategori Pendidikan.

Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa pendekatan berbasis komunitas adalah strategi efektif untuk menghadapi tantangan era digital.

Dampak nyata bagi warga desa adalah munculnya roda ekonomi baru dari kunjungan wisatawan yang ingin mempelajari budaya lokal, sekaligus melihat langsung bagaimana anak-anak bisa tetap ceria tanpa ketergantungan pada gawai.

Pelajaran untuk Masa Depan

Tentu saja, memindahkan anak dari layar ke lapangan bukan perkara satu malam. Butuh ruang, dukungan lingkungan, dan ketersediaan alternatif yang sama menariknya.

Ke depan, tantangan bagi para orang tua dan penggerak komunitas adalah bagaimana menjaga konsistensi agar permainan tradisional tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan bagian dari gaya hidup yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Strategi untuk mengurangi ketergantungan gawai pada anak sebenarnya bertumpu pada satu hal: menghadirkan kembali interaksi fisik yang bermakna. Jika anak menemukan kesenangan yang lebih besar di luar rumah, dorongan untuk terus terhubung dengan gawai akan berkurang secara alami.

Langkah kecil di Sidoarjo ini membuktikan bahwa modernisasi tidak harus mengorbankan warisan budaya kita, asalkan kita berani melangkah keluar dari zona nyaman digital.

FAQ Ringkas

Apa tujuan utama Kampung Lali Gadget?
KLG bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai melalui aktivitas fisik berupa permainan tradisional yang mengedepankan interaksi sosial dan kesehatan mental.

Bagaimana dampaknya bagi ekonomi desa?
Transformasi desa menjadi destinasi eduwisata menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kedatangan wisatawan edukasi.

Apakah permainan tradisional efektif untuk anak modern?
Sangat efektif, karena permainan tradisional melatih kerja sama, motorik, dan keterampilan emosional yang sering kali terabaikan dalam permainan digital.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda