JAKARTA — Persaingan laptop bisnis kelas menengah semakin sengit dengan hadirnya Geekom GeekBook M16. Perangkat ini mencoba mencuri perhatian profesional dan pengembang aplikasi lewat kombinasi layar lega 16 inci serta tenaga dari prosesor Intel Core Ultra 9 185H. Namun, apakah spesifikasi di atas kertas ini mampu memberikan pengalaman kerja yang memuaskan bagi pengguna di Indonesia?
Geekom menempatkan laptop ini sebagai mesin produktivitas untuk segmen perusahaan hingga pegiat AI. Berdasarkan pengujian yang dilaporkan TechRadar Pro, GeekBook M16 menawarkan sasis berbahan magnesium alloy yang kokoh dengan balutan warna Titanium Gray.
Secara estetika, ia memang terlihat profesional, namun bobotnya yang mencapai 1,73 kg terasa cukup berat untuk sebuah laptop yang mengusung konsep portabilitas tinggi.
Kinerja dan Layar yang Menjadi Sorotan
Dapur pacu Intel Core Ultra 9 185H yang disematkan mampu menangani komputasi harian dengan lancar. Pengguna akan terbantu oleh layar IPS beresolusi 2.5K dengan rasio aspek 16:10.
Ruang vertikal yang lebih luas ini sangat membantu saat mengolah dokumen spreadsheet panjang atau menulis kode pemrograman. Dukungan refresh rate 120Hz juga membuat navigasi antarmuka terasa jauh lebih mulus dibandingkan standar 60Hz.
Bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas, ada catatan penting terkait baterai. Kapasitas 100Whr yang disematkan memberikan ketahanan energi yang cukup, namun di sisi lain menjadi kontributor utama beban berat laptop ini.
Geekom tampaknya harus berkompromi antara durasi baterai yang panjang dengan portabilitas fisik perangkat. Hal ini menjadi pertimbangan utama bagi pekerja yang sering berpindah-pindah lokasi kantor.
Kelebihan dan Kekurangan di Lapangan
Salah satu poin plus yang dihadirkan adalah keberadaan slot M.2 2230 tambahan, sehingga pengguna memiliki ruang untuk menambah penyimpanan internal. Namun, pemilik harus puas dengan memori RAM 16GB yang sudah terpatri (soldered) dan tidak bisa ditingkatkan di masa depan.
Bagi seorang developer atau antusias teknologi yang membutuhkan beban kerja berat, keterbatasan RAM ini bisa menjadi penghambat jangka panjang.
Secara fungsionalitas, Geekom menyediakan paket lengkap berupa docking USB-C dalam kotak penjualan. Ini sangat berguna mengingat jumlah port yang ada seringkali membingungkan pengguna; salah satu port USB-C adalah USB4, sementara yang lainnya hanya USB 3.2. Sayangnya, tidak ada label penanda kecepatan yang memudahkan pengguna membedakan kedua port tersebut secara kasat mata.
Pengalaman mengetik juga terasa sedikit berbeda. Meski sudah dilengkapi dengan tombol angka (numpad) yang sangat membantu produktivitas, sensasi penekanannya terasa sedikit empuk dibandingkan laptop kelas premium lainnya. Trackpad yang disertakan pun berfungsi standar namun belum mencapai tingkat presisi tinggi yang sering dicari pengguna profesional.
Kesimpulan untuk Pengguna
Apakah laptop ini layak dibeli? Dengan harga mulai dari 899 dolar AS atau sekitar Rp14 jutaan (tergantung kurs dan pajak), GeekBook M16 adalah pilihan pragmatis.
Ia tidak menawarkan fitur yang revolusioner atau desain yang menonjol, tetapi memberikan performa dasar yang solid untuk kebutuhan bisnis dan perkantoran. Pengguna yang mencari mesin kerja efisien tanpa embel-embel gaya mungkin akan menemukan kecocokan di sini.
FAQ Singkat
- Apakah RAM Geekom GeekBook M16 bisa di-upgrade? Tidak, RAM sudah tertanam (soldered) pada motherboard.
- Berapa resolusi layar laptop ini? Menggunakan panel IPS 2.5K dengan rasio 16:10 dan 120Hz.
- Apakah tersedia slot penyimpanan tambahan? Ya, terdapat satu slot M.2 2230 yang kosong untuk menambah kapasitas SSD.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.