Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Geger Ledakan Bom di Suriah, Macron Baik-baik Saja-18 Orang Luka

Kondisi jalanan di Damaskus pasca ledakan bom saat kunjungan kenegaraan
Situasi di pusat kota Damaskus pasca ledakan bom yang terjadi di dekat hotel tempat delegasi Prancis menginap. (Ilustrasi: AI)

DAMASKUS — Kunjungan bersejarah Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Suriah diwarnai insiden berdarah setelah dua ledakan bom mengguncang pusat kota Damaskus pada Selasa (7/7/2026). Ledakan tersebut terjadi di dekat Hotel Four Seasons, lokasi tempat rombongan presiden menginap, dan mengakibatkan setidaknya 18 orang mengalami luka-luka.

Otoritas Suriah mengonfirmasi bahwa korban luka dalam peristiwa ini mencakup empat personel kepolisian setempat.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menjelaskan, ledakan dipicu oleh dua bom rakitan yang ditempatkan secara terpisah, yakni di dalam sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan dan satu unit lainnya berada di dalam tempat sampah.

Nahasnya, bom tersebut meledak tepat saat aparat keamanan tengah melakukan persiapan untuk menjinakkan ancaman tersebut.

Kunjungan Tetap Berlanjut

Meski situasi keamanan sempat mencekam, Istana Elysee di Prancis menegaskan bahwa Emmanuel Macron dalam kondisi aman dan tidak terdampak langsung oleh serangan tersebut. Presiden Macron dipastikan telah meninggalkan hotel sebelum ledakan terjadi dan saat ini sedang berada di istana kepresidenan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa.

“Presiden telah meninggalkan area hotel sebelum ledakan terjadi. Rangkaian agenda kunjungan, termasuk pertemuan empat mata dengan Presiden Al-Sharaa, tetap berjalan sesuai rencana,” demikian keterangan resmi dari pihak istana.

Kunjungan Macron ke Damaskus menjadi momen krusial bagi peta geopolitik Timur Tengah. Ini merupakan kali pertama pemimpin negara Barat bertandang ke Suriah sejak rezim Bashar al-Assad digulingkan pada tahun 2024. Kedatangan Macron bersama delegasi ekonomi membawa misi untuk menormalisasi hubungan serta mendorong dukungan internasional bagi pemerintahan baru yang dipimpin oleh Al-Sharaa.

Dampak Keamanan dan Stabilitas

Insiden ini memberikan tekanan besar bagi pemerintahan Ahmed al-Sharaa yang sedang berupaya keras memulihkan stabilitas negara setelah 13 tahun dilanda perang saudara. Bagi masyarakat Suriah, teror bom yang terjadi secara beruntun—termasuk ledakan kafe yang menewaskan sedikitnya 10 orang pekan lalu—menjadi pengingat nyata bahwa proses rekonsiliasi dan keamanan masih sangat rapuh.

Secara lebih luas, bagi dunia internasional, serangan ini menyoroti tantangan besar dalam upaya pencabutan sanksi ekonomi terhadap Suriah.

Macron sendiri merupakan salah satu tokoh kunci di Eropa yang mendorong pelonggaran sanksi sebagai bentuk dukungan atas reformasi politik yang dijanjikan pemerintahan Al-Sharaa.

Keamanan para diplomat dan kepala negara kini menjadi taruhan utama dalam diplomasi tingkat tinggi ini, mengingat kelompok-kelompok penentang stabilitas di sana masih memiliki jangkauan untuk melancarkan aksi teror di pusat ibu kota.

Hingga berita ini diturunkan, penjagaan keamanan di sekitar Damaskus diperketat secara signifikan. Sejumlah saksi mata, termasuk fotografer yang berada di dekat Kementerian Pariwisata, melaporkan kerusakan fisik bangunan di sekitar lokasi ledakan, termasuk pecahnya jendela akibat guncangan bom yang cukup kuat.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda