Rabu, 8 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Jadi Mitra Resmi, Indonesia Perkuat Kemitraan Industri dan Akses Pasar Eurasia di INNOPROM 2026

Paviliun Indonesia di pameran INNOPROM 2026 dan suasana pertemuan bisnis antara pelaku industri Indonesia serta Rusia
Jadi Mitra Resmi, Indonesia Perkuat Kemitraan Industri dan Akses Pasar Eurasia di INNOPROM 2026. Credit: Dok. JournalArta

YEKATERINBURG, JOURNALARTA.COM – Indonesia resmi menjadi Negara Mitra Resmi (Official Partner Country) dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia, INNOPROM 2026, yang digelar di Yekaterinburg, Rusia. Status prestisius ini menjadi gerbang utama bagi pelaku usaha nasional untuk menjangkau pasar baru, menarik investasi, hingga mengadopsi alih teknologi dari mitra mancanegara.

Kehadiran Indonesia di pameran ini membawa dampak strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui Paviliun Indonesia seluas 1.512 meter persegi, pelaku usaha kini memiliki etalase global untuk mempromosikan produk manufaktur, agroindustri, hingga sektor farmasi langsung di jantung industri Rusia. Inisiatif ini diproyeksikan memperkuat daya saing produk dalam negeri di panggung internasional.

Memperkuat Posisi Industri di Panggung Global

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk memperkuat posisi industri nasional.

“Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional, mendatangkan investasi, mendorong pengembangan industri, dan meningkatkan daya saing manufaktur kita,” ujarnya di lokasi pameran, Selasa (5/7/2026).

Menjelang pembukaan, diselenggarakan konferensi pers bersama bertajuk Indonesia and Russia: Building Industrial Partnership at INNOPROM 2026. Acara ini menjadi ruang negosiasi bagi delegasi Indonesia untuk memperkenalkan potensi besar industri nasional kepada investor dan pelaku bisnis di Rusia.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menjelaskan partisipasi ini tidak sekadar bertumpu pada transaksi perdagangan jangka pendek.

“Kami memanfaatkan ajang ini untuk mempertemukan industri Indonesia dengan mitra yang tepat di Rusia dan Eurasia. Target kami bukan hanya ekspor-impor, tetapi mendorong investasi industri, produksi bersama, serta transfer teknologi yang nyata demi memperkuat daya saing nasional,” ungkapnya.

Dukungan dan Kolaborasi Lintas Negara

Respons positif datang dari otoritas Rusia. Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexei Gruzdev, menyebut Indonesia sebagai kekuatan industri terbesar di Asia Tenggara dan mitra vital bagi negaranya. Penetapan Indonesia sebagai negara pertama dari kawasan Asia Tenggara yang menjadi Mitra Resmi INNOPROM menjadi bukti sahih kedekatan hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara.

Gubernur Wilayah Sverdlovsk, Denis Pasler, turut menyambut antusias delegasi Indonesia. Ia menaruh harapan besar pada ajang ini sebagai titik balik kerja sama yang lebih luas, terutama dalam proyek manufaktur bersama dan pengembangan teknologi. Wilayah Sverdlovsk sendiri merupakan pusat industri kunci yang menopang kegiatan INNOPROM.

Sebagai pameran industri terbesar di Eurasia, INNOPROM 2026 menarik animo luar biasa dengan melibatkan lebih dari 48.000 pengunjung dari sekitar 60 negara. Kehadiran 50 peserta pameran pendamping dari Indonesia, yang mencakup berbagai sektor seperti agroindustri hingga pengelolaan kawasan industri, menjadikan paviliun Indonesia sebagai salah satu destinasi utama dalam pameran tersebut.

Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha

Bagi konsumen dan pelaku industri di tanah air, langkah pemerintah ini memberikan sinyal positif mengenai akses pasar yang lebih terbuka. Keberhasilan dalam menjalin kolaborasi investasi dan alih teknologi melalui INNOPROM akan berujung pada penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Efek domino dari kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan standar kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Terkait realisasi hasil, Tri Supondy menekankan bahwa sukses tidak hanya dilihat dari seremoni.

“Kami ingin melihat tindak lanjut yang konkret: investasi masuk, proyek produksi bersama berjalan, teknologi terserap, dan kerja sama yang memberikan nilai tambah besar bagi industri di dalam negeri,” tambahnya.

FAQ

Q: Apa peran Indonesia di INNOPROM 2026?
A: Indonesia hadir sebagai Negara Mitra Resmi (Official Partner Country), yang merupakan penghormatan pertama bagi negara di Asia Tenggara.

Q: Apa fokus utama kerja sama yang dijalin?
A: Meliputi perluasan pasar, penarikan investasi, kerja sama produksi bersama, serta alih teknologi industri.

Q: Sektor industri apa saja yang diwakili Indonesia?
A: Mulai dari agroindustri, kimia dan farmasi, barang konsumsi, rekayasa maju, hingga kawasan industri dan investasi.

Q: Di mana lokasi pelaksanaan pameran ini?
A: Berlangsung di kota Yekaterinburg, Wilayah Sverdlovsk, Rusia, sebagai pusat industri utama kawasan Eurasia.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda