Rabu, 8 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Luruskan Polemik Slag Timah, PT BBBS: Diperoleh Lewat Hibah untuk Riset & Hilirisasi, Bukan Ekspor

Direktur Utama PT BBBS, H. Eka Mulia Putra
Direktur Utama PT BBBS, H. Eka Mulia Putra. Credit: Dok. KBO Babel/ JournalArta

PANGKALPINANG, JOURNALARTA.COM – Polemik mengenai pemindahan limbah terak atau slag timah dari gudang PT Bangka Tin Industry (BTI) di Kawasan Industri Jelitik, Sungailiat, menuju gudang sementara milik BUMD PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) di kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, akhirnya mendapatkan penjelasan resmi.

Direktur Utama PT BBBS, H. Eka Mulia Putra, memberikan klarifikasi terbuka menanggapi berbagai pertanyaan dan isu yang berkembang di masyarakat pada Rabu (8/7/2026).

Status Perolehan: Murni Melalui Skema Hibah

Eka menegaskan secara tegas bahwa seluruh proses perolehan slag tersebut dilakukan melalui mekanisme hibah, bukan transaksi jual beli maupun bentuk kerja sama komersial lainnya.

Ia menjelaskan, pada April 2026 PT BBBS mengajukan permohonan hibah sebanyak 2.000 ton slag yang tersimpan di gudang PT BTI. Permohonan tersebut kemudian disetujui secara resmi oleh PT BTI pada Mei 2026, sehingga status kepemilikan slag kini diperoleh secara sah melalui jalur hibah.

“Perolehan slag ini sepenuhnya melalui mekanisme hibah. Tidak ada transaksi jual beli maupun kerja sama komersial sebagaimana isu yang berkembang di tengah masyarakat,” tegas Eka saat dikonfirmasi di Pangkalpinang.

Tujuan Utama: Riset dan Pengembangan Hilirisasi

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa slag tersebut tidak dimanfaatkan untuk diperjualbelikan, melainkan menjadi bagian dari agenda riset dan pengembangan teknologi yang tengah dipersiapkan PT BBBS. Penelitian ini bertujuan mengkaji kandungan mineral yang masih memiliki nilai ekonomis serta mencari metode pengolahan yang efektif agar limbah terak timah dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi daerah.

“Langkah awal kami adalah melakukan penelitian mendalam. Kami ingin mengetahui potensi ekonomi yang masih terkandung dalam slag serta teknologi yang paling tepat untuk mengolahnya,” ujarnya.

Ke depannya, PT BBBS juga tengah menyiapkan pengembangan industri hilirisasi mineral di Bangka Belitung, termasuk rencana pembangunan fasilitas pengolahan khusus limbah slag dengan menggandeng investor sesuai ketentuan hukum dan perizinan yang berlaku.

Menurut Eka, hilirisasi merupakan strategi penting agar sumber daya yang masih bernilai tidak lagi keluar begitu saja sebagai limbah, melainkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi lebih tinggi.

Luruskan Isu Pengiriman ke Luar Negeri

Terkait isu yang sempat berkembang mengenai dugaan slag tersebut akan dikirim ke luar negeri, Eka menegaskan hal itu tidak benar.

“Perlu kami tegaskan dengan tegas: tidak ada rencana pengiriman slag ke luar negeri. Fokus kami adalah membangun industri pengolahan di Bangka Belitung sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah,” katanya.

Eka menambahkan, PT BBBS berkomitmen menjalankan seluruh proses sesuai regulasi yang berlaku serta mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Apabila hasil penelitian menunjukkan slag masih memiliki nilai ekonomis, maka pembangunan fasilitas pengolahan di daerah akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok industri pertambangan.

Selain menciptakan nilai tambah terhadap limbah terak timah, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menarik investasi baru, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dengan penjelasan ini, PT BBBS berharap masyarakat memahami bahwa pemindahan slag merupakan bagian dari upaya riset, pengembangan teknologi, dan percepatan hilirisasi industri, bukan untuk kepentingan ekspor maupun aktivitas komersial lainnya.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Q: Bagaimana status kepemilikan slag yang dipindahkan?

A: Diperoleh secara sah melalui skema hibah dari PT BTI pada Mei 2026, bukan transaksi jual beli.

Q: Apakah slag ini akan dikirim ke luar negeri?

A: Tidak sama sekali. Fokus utama adalah melakukan riset dan membangun fasilitas pengolahan di dalam daerah.

Q: Apa manfaat jangka panjang dari kegiatan ini?

A: Mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah, meningkatkan PAD, membuka lapangan kerja, dan memperkuat hilirisasi pertambangan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda