Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Regulator Inggris Soroti Bahaya AI di Sektor Keuangan, ChatGPT hingga Gemini Disorot

Regulator Inggris Soroti Bahaya AI di Sektor Keuangan, ChatGPT hingga Disorot
Regulator keuangan Inggris didesak untuk mempertimbangkan pengaturan terhadap model kecerdasan buatan berskala besar seperti ChatGPT, Claude, dan . Credit: JournalArta

LONDON — Regulator keuangan Inggris didesak untuk mempertimbangkan pengaturan terhadap model kecerdasan buatan berskala besar seperti ChatGPT, Claude, dan Gemini. Desakan ini muncul seiring pengaruh teknologi tersebut yang kian besar terhadap keputusan finansial konsumen.

Desakan itu tertuang dalam sebuah tinjauan yang ditugaskan oleh Financial Conduct Authority (FCA) dan dipublikasikan pekan ini. Tinjauan tersebut menyoroti potensi bahaya penggunaan AI di sektor jasa keuangan.

Direktur Eksekutif FCA, Sheldon Mills, menyoroti bagaimana ketergantungan perusahaan pada segelintir penyedia teknologi berpotensi menimbulkan risiko yang bersifat sistemik. Konsentrasi pada beberapa pemain besar dinilai dapat memperbesar dampak jika terjadi gangguan.

Model bahasa besar (large language model) kini semakin banyak digunakan untuk membantu konsumen mengambil keputusan, termasuk yang berkaitan dengan keuangan pribadi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi, tanggung jawab, dan perlindungan konsumen.

Regulator di berbagai negara mulai menaruh perhatian lebih serius terhadap dampak AI. Fokus pengawasan mencakup risiko siber dan operasional yang menyertai penggunaan teknologi mutakhir tersebut di sektor keuangan.

Kekhawatiran utama terletak pada kemungkinan model AI memberikan informasi yang keliru atau bias, yang pada gilirannya dapat merugikan konsumen. Tanpa pengawasan memadai, kesalahan semacam ini berpotensi berdampak luas.

Risiko Konsentrasi Teknologi

Salah satu isu yang mengemuka adalah tingginya ketergantungan industri keuangan pada sedikit penyedia infrastruktur teknologi. Jika salah satu penyedia mengalami gangguan, efeknya dapat menjalar ke banyak lembaga sekaligus.

Risiko sistemik semacam ini menjadi perhatian karena sektor keuangan sangat bergantung pada kepercayaan dan stabilitas. Gangguan besar berpotensi mengganggu layanan yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sejumlah perusahaan teknologi besar yang mengembangkan model AI belum memberikan tanggapan resmi atas tinjauan tersebut. Namun, isu regulasi AI diperkirakan akan terus menguat dalam waktu dekat.

Tinjauan FCA menandai langkah awal pembahasan mengenai bagaimana AI seharusnya diatur di sektor yang sangat sensitif seperti jasa keuangan. Keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen menjadi tantangan utama.

Di banyak negara, pembahasan mengenai tata kelola AI masih terus berkembang. Regulator berupaya menyusun kerangka aturan yang mampu mengikuti kecepatan perkembangan teknologi tanpa menghambat manfaatnya.

Perhatian terhadap bahaya AI di sektor keuangan menegaskan bahwa teknologi ini menuntut pengawasan yang cermat. Ke depan, kolaborasi antara regulator, industri, dan pengembang teknologi dinilai penting untuk memastikan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram