Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Impeachment Sara Duterte: Butuh 16 Suara Senat, Loyalitas Masih Kacau

Impeachment Sara Duterte
Pemakzulan Sara Duterte memerlukan 16 suara Senat, tapi loyalitas legislator masih tidak pasti. Foto: Wikimedia Commons

Namun, perjodohan politisi itu segera pecah. Pada Juni 2024, Duterte mengundurkan diri dari kabinet Marcos sebagai menteri pendidikan sambil tetap menjabat sebagai wakil presiden. Perselisihan antara keduanya meluas ke publik.

Puncaknya terjadi pada November 2024 ketika Duterte membuat pernyataan mengejutkan dunia internasional. Dia mengungkapkan telah memerintahkan seorang pembunuh untuk membunuh Presiden Marcos, istri presiden, dan pembicara DPR jika dia sendiri dibunuh. Pengakuan kontroversial ini semakin memperburuk hubungan keduanya dan menjadi salah satu alasan diajukannya impeachment.

Soal Konviksi: Dua Per Tiga Kursi Senatorial

Mekanisme pemakzulan di Filipina memerlukan suara setidaknya dua pertiga dari anggota Senat untuk menyatakan terdakwa bersalah. Dengan 24 anggota Senat, itu berarti butuh 16 suara. Sekarang masalahnya: loyalitas mereka masih bergejolak.

Beberapa senator telah menunjukkan keraguan, sementara yang lain tetap menunggu perkembangan persidangan sebelum memutuskan posisi mereka. Ini menciptakan ketidakpastian bagi kedua belah pihak penuntut dan pertahanan Duterte.

Duterte dan tim kurinya secara kategori membantah semua tuduhan. Mereka mengatakan keluhan itu palsu dan secara hukum tidak cukup kuat. Pengacara pertahanannya, Michael Poa, menyatakan kepada wartawan bahwa mereka akan membuktikan dakwaan tidak beralasan.

Duterte memilih tidak hadir secara langsung di persidangan, melainkan diwakili oleh kurir kurinya. Dalam pernyataan tertulis, dia menjelaskan bahwa keputusan berceramah melalui kurir tidak mengurangi akuntabilitas atau menunjukkan kurangnya transparansi.

Konteks Keluarga Duterte yang Lebih Luas

Pemakzulan Duterte menjadi babak terakhir dari keruntuhan reputasi keluarga Duterte di kancah nasional dan internasional. Ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte, ditangkap atas perintah Pengadilan Pidana Internasional dan dipindahkan ke Den Haag.

Dia ditahan di sana dengan dihadapkan pada tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan yang muncul dari kampanye antinarkoba yang brutal selama kepresidenannya, yang menewaskan ribuan tersangka, kebanyakan dari kalangan miskin.

Mantan presiden itu dijadwalkan untuk menghadapi sidang pengadilan pada 30 November. Kondisi keluarga Duterte yang sedang terpuruk ini menjadi latar belakang dramatis dari sidang pemakzulan putrinya di Manila.

Persidangan diduga akan berlangsung sekitar 92 hari ke depan. Hasilnya akan menjadi pencapaian penting dalam menentukan arah politisi Filipina menjelang pemilu presiden 2028.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda